Lupa, Kesleo Lidah dan Keceplosan

Lupa (forgetting) adalah bagian dari ingatan yang tidak hilang, hanya ditekan. Jejak aslinya masih ada, tapi terisolasi. Materi yang dilupakan tersebut tidak bisa melakukan kontak dengan proses intelektual lainnya, berada di alam tidak sadar sehingga tidak bisa diakses oleh kesadaran.

Anggapan bahwa waktu membuat ingatan tidak pasti dan kabur tidak memiliki kaitan. Jejak memori yang tertekan bisa diverifikasi dan tidak mengalami perubahan apa pun, sekali pun dalam periode yang lama. Alam tak sadar sama sekali tidak mengenal batas waktu. Motif yang tidak diketahui atau tidak diakui, termasuk keinginan tandingan, menjadi penekan materi ingatan tersebut. Dalam semua kasus, ketika lupa ditemukan motif perasaan tidak senang terhadap yang dilupakan. Lupa tidak akan terjadi untuk sesuatu yang diartikan sebagai hal penting, kecuali adanya gangguan mental.

Adapun kesleo lidah (slip of tongue) merupakan gangguan fungsi motorik. Penyebabnya adanya intensi untuk mengatakan sesuatu yang telah terbentuk sebelumnya dalam pikiran, tapi tak mampu diekspresikan. Faktor komponen lain dari pembicaraan yang sama seperti suara awal, gema, makna lain dalam kalimat, konteks yang berbeda dari yang ingin diucapkan, juga berperan terjadinya selip lidah.

Lalu, bagaimana dengan keceplosan, apakah merupakan proses yang tak jauh berbeda dengan kesleo lidah ?. logikanya ya.

Bacaan : Sigmund Freud, Kamus Psikoanalisis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s