Minoritas Hening Minoritas Dominan

Dibalik opini mayoritas yang menindas tersembunyi kegigihan membisu pandangan minoritas.

Lewat spiral of silence, Elisabeth Noelle-Neumann menjelaskan bahwa meskipun ancaman  isolasi membuat kelompok minoritas hening, namun sebagaimana dunia yang fana, selalu terdapat perkecualian dalam setiap peraturan atau teori. Terkadang –masih menurut Neumann– minoritas yang diam mulai bangkit. Kelompok yang disebut hard core ini tetap berada pada ujung akhir dari proses spiral keheningan tanpa mempedulikan ancaman isolasi. Mereka tahu ada harga yang harus dibayar bagi sebuah keasertifan. Para penyimpang ini siap berkonfrontasi.

Di Panggung sejarah, orang-orang kreatif selalu dalam kelompok kecil. Sementara sebagian besar lainnya hanyalah pengekor, tidak pernah melaksanakan gagasannya sendiri. Kelompok kecil yang disebut Arnold Toynbee sebagai minoritas dominan ini mampu meraih puncak kepemimpinannya bersama semua kenikmatan kekuasaan, kemewahan dan penghormatan. Kemudian kehilangan keseimbangan spiritualnya sebelum akhirnya runtuh.

Nilai akhir manusia bukan ujung dari  mayoritas atau minoritas, merdeka atau terjajah, domba atau serigala, serangga atau pahlawan, tapi pada rentang kendali waktu. Tepatnya, pada ketaklukan segala yang telahir dan yang tersembunyi terhadap ketetapanNya sebagaimana yang dilakukan para Nabi.  Insyaallah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s