Parasitisme, Ideologi, dan Pemikiran

Organisme seperti virus, bakteri, cacing, amuba adalah parasit yang hanya bisa menginfeksi  jasad atau tubuh. Sedangkan pemikiran hanya bisa diinfeksi oleh ‘parasit’ ideologis. Ketika tubuh terinfeksi, masing-masing parasit menunjukkan gejala klinis dan kebutuhan pengobatan yang tidak sama. Demikian pula halnya dengan ideologi, ketika merasuk ke dalam pemikiran, masing-masing menonjolkan nilai, tujuan, dan metode yang menuntut sikap berbeda.

Anggapan umum bahwa parasit merugikan tidak selamanya benar.  Fakta menunjukkan adanya parasit yang berhubungan secara simbiosis mutualisme, dimana kedua organisme mendapatkan keuntungan dan tidak dapat hidup terpisah, misalnya bakteri pembusuk makanan yang ada dalam usus besar. Lalu, adakah ideologi yang seperti itu, yang menguntungkan dan —sesuai firrah— manusia tidak mungkin dipisahkan dengannya?.

Untuk memahaminya tidaklah mudah mengingat ideologi bukan sesuatu yang konkret. Hanya lewat pemikiran cemerlang hakekat sebuah ideologi bisa dipahami. Apakah ia hanya berorientasi pada tujuan-tujuan dangkal seperti materi, manfaat, kesenangan dan kepuasan, dan tidak mengajak berpikir tentang kematian dan kehidupan sesudahnya kecuali sedikit?.  Atau ideologi tersebut secara gamblang, holistik dan utuh menjelaskan tentang fitrah manusia, hakekat kehidupan dan mendorong manusia berupaya memperoleh keselamatan dan kesejahteraan di dunia dan di akhirat?. Semua menuntut pemikiran!.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s