Menjinakkan Penolakan

Sebagian orang beranggapan bahwa pengusaha, marketer, salesman sebagai orang yang ahli dalam menghadapi penolakan.  Kenyataan yang terjadi lebih rumit dari yang dibayangkan banyak orang. Menghadapi penolakan lebih dari sekedar upaya untuk mempertahankan diri agar tidak berkecil hati.

Jika kita berada dalam situasi penolakan kemudian membulatkan hati bertekad memeranginya, sama artinya dengan memutuskan berjalan di atas batu yang membuat kulit kaki bertambah tebal, kehilangan kepekaan. Penolakan sebaiknya bukan diperangi, tapi dirangkul, yaitu mengantisipasi, menghargai, menghormati, dan mengatasinya. Seakan, secara sadar, kita menginginkan penolakan tersebut muncul dan kita siap menghadapinya. Kebanyakan orang berpikir bahwa penolakan adalah pilihan, padahal ia adalah sikap yang tentunya sangat dipengaruhi oleh apa telah atau sedang kita lakukan.

Setelah memahami hakekat penolakan, maka menjinakkan penolakan bukan semata tentang kegigihan dalam berbinis, tapi tentang banyak hal, termasuk ber-amar ma’ruf nahimungkar. Insyaallah !.

Bacaan: Thomas L. Harrison, Misteri Insting Manusia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s