Ternyata, Kita Hidup Hanya 2,2 Jam

Hidup adalah waktu yang diencerkan dan manusia adalah partikel terlarut yang tak berdaya. Ketika dikatakan “usianya sudah 60 tahun”, maka yang dimaksudkan bukan banyaknya angka 60, tapi tentang hadirnya gejala ketuaan, tanda-tanda semakin dekatnya dengan ajal.

Andai, berkat kemajuan teknologi kesehatan serta meningkatnya kualitas kesejahteraan, umur rata-rata manusia bisa mencapai 90 tahun atau lebih, jika dikonversi berdasarkan dimensi waktu QS 32: 5 (“Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya (lamanya) adalah seribu tahun menurut perhitunganmu”), maka rata-rata masa hidup manusia setara dengan 2,2 jam.

Sama seperti usia, masalah utama manusia bukan  tentang singkatnya hidup (hanya 2,2  jam), tapi tentang kemasabodohannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s