Ilmu Sosial Dasar : Faktor Kapitalisme, Postmodernisme dan Islam

Setiap perkembangan jaman, termasuk saat ini, selalu berada di bawah pengaruh ide-ide. Ketidakpedulian terhadap ide-ide, menurut John Maynard Keynes, secara perorangan maupun segolongan masyarakat akan menerima begitu saja, bahkan menjadi ‘budak’ -nya. Pernyataan Keynes ini cukup beralasan, mengingat mengakarnya budaya materi dan konsumsi tidak terlepas dari sistem yang melatarbelanginya, yaitu Kapitalisme-hedonistik. Ketersediaan benda-benda komoditas yang melimpah melampaui kebutuhan bukan hanya berhasil membuat kehidupan menjadi terasa lebih mudah dan menyenangkan, tapi juga berhasil menanamkan keyakinan bahwa satu-satunya ide yang paling layak dipertahankan dan dipraktikkan jaman ini hanyalah Kapitalisme.

ILMU SOSIAL DASAR
Penerbit: Catilla Publisher & Art Workshop, Cetakan pertama: Pebruari 2016, Jumlah halaman:119+xii, ISBN: 978-602-99392-4

Setelah melalui perjalanan panjang, modernisme akhirnya bertemu dengan apa yang disebut masyarakat pertumbuhan. Konsep tersebut menempatkan masyarakat berada pada kondisi “kebutuhan” akan selalu melampaui produksi. Pemikir Postmodernisme, Baudrillard, mengartikan masyarakat pertumbuhan ini sebagai lawan dari masyarakat berkecukupan. Di dalam masyarakat pertumbuhan berlangsung pemiskinan psikologis dan kefakiran sistematis, semua orang dibuat sedemikian rupa sehingga selalu tidak pernah cukup.

Berbeda dengan sejarah Kapitalisme dan Postmodernisme yang tidak bisa dipisahkan dengan modernisme. Sejak kelahirannya 14 abad silam, Islam berada di luar jalur itu. Sejarah mencatat tidak kurang dari 12 abad, Islam menjadi determinan global, namun karena berbagai sebab, secara berangsur dan pasti masyarakat muslim jatuh dalam perangkap jaman. Puncaknya terjadi pada tahun 1924, kekhalifahan Turki Usmani dihapus dari peta dunia. Masyarakat muslim kehilangan induk tempat bernaung, bertebaran laksana buih yang terombang-ambing. Meskipun telah mengalami proses sekulerisiasi, sebagai keyakinan, budaya dan ideologi, sampai saat ini Islam tetap mewarnai kehidupan masyarakat, terutama di negeri-negeri yang berpenduduk mayoritas muslim, seperti Indonesia.

One thought on “Ilmu Sosial Dasar : Faktor Kapitalisme, Postmodernisme dan Islam”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s