Mendekati Penguasa Membuahkan 3 Perkara

Penguasa menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia artinya orang yang menguasai. Diantara keinginan-keinginan manusia yang tak terhingga dan yang paling penting adalah keinginan memperoleh kekuasaan dan keagungan.

Bertrand Russell mengisahkan tentang seorang wanita yang ditimpa kemalangan bertubi-tubi,  bapak mertua dan suaminya mati dibunuh seekor harimau. Anak laki-lakinya juga mati dengan cara yang sama. Ketika bertemu gurunya dan ditanya, “mengapa tidak meninggalkan tempat tersebut?”. Ia menjawab, “disini tidak ada pemerintah yang menindas”.

Anggapan kekuasaan bisa dijinakkan dengan membatasinya, tidak selamanya ampuh. Karena, sebagaimana bakteri melawan antibiotik dengan cara bermutasi, penguasa akan berupaya menemukan jalan, bukan hanya untuk melanggengkan kekuasaannya tapi juga menambahnya. Hasrat berkuasa seperti candu, agar bisa memuaskan dosisnya harus ditambah. Bahkan menurut Russell, jika memungkinkan setiap orang ingin menjadi Tuhan.

Dhakkak ra. bercerita semalam suntuk tidak bisa tidur hanya karena mencari satu kalimat yang bisa menyenangkan penguasa tapi tidak membuat Tuhannya marah, ternyata tidak menemukannya. Sementara  Abu Laits as-Samarqandi memberikan nasehat bahwa mendekati para penguasa mengakibatkan datangnya 3 perkara, yaitu: berusaha memuaskan mereka, mengagungkan kedudukan serta harta mereka, (selalu) menyetujui perbuatan mereka.

Bacaan : al Imam al Faqih Abu Laits as-Samarqandi – Tanbihul Ghafilin, Bertrand Russell – Kekuasaan Sebuah Analisis Sosial Baru.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s