Mesin-mesin Pelumpuh Harapan

Ketika masih kecil, seorang anak berkulit hitam luar biasa ekspresif, baik ketika senang maupun sedih. Setelah dewasa tampak tenang dan selalu tersenyum dengan bahasa yang lembut dan kabur. Tak seorang pun bisa memaksanya melakukan sesuatu dengan tergesa-gesa, membuatnya khawatir atau senang. Masyarakat kulit putih menyukainya.
Silently identification ini bukan tentang dominasi entitas mayoritas atau kekuasaan minoritas dominan, melainkan tentang imunitas terhadap paparan cap (labeling) in atau outgroup atas nama ras maupun uang, yang memaksa setiap individu mem-validasi diri agar bisa diterima dan disukai. Tepatnya, telah teruji menjadi penghuni ‘penjara’ identitas.
Ketika individu, komunitas, atau masyarakat berpikir bahwa mereka tidak mampu mengontrol masalah-masalah yang terjadi di luar diri mereka, maka mereka akan merasa tidak mampu, termasuk merasa tidak berdaya terhadap penyematan label individu tidak valid atau outgroup. Gagal dalam beradaptasi memicu terjadinya kelumpuhan harapan.
Adanya fakta bahwa mesin-mesin sosial tersebut mampu bekerja efektif hanya pada habitatnya berupa tangga hierarki ras atau uang, maka semuanya tak lebih dari tumpukan tulang, onggokan daging serta sederetan angka yang dimaknai secara sepihak, sehingga selalu ada alasan dan pilihan untuk hidup merdeka. Insyaallah!.
Bacaan : Neil Niven – Psikologi Kesehatan, Erik H.Erikson – Childhood and Society

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s