Ancaman ‘Baby Blues’ Pascamelahirkan

 

Banyak, bahkan hampir semua, ibu-ibu setelah melahirkan mengalami perubahan mood. Kejadian ini secara umum disebut ‘maternity blues’ atau ‘post partum blues’ atau ‘baby blues’.

Kemurungan setelah melahirkan ini biasanya berlangsung selama beberapa hari, sebagai respons yang normal terhadap perubahan hormonal yang terjadi pada waktu kelahiran bayi. Bagi ibu-ibu yang tidak mengalami perubahan kondisi perasaan yang parah akan segera kembali normal.

Namun bagi sebagian ibu yang mengalami perubahaan mood sampai berbulan-bulan atau bahkan sampai setahun atau lebih, ada kemungkinan mengalami depresi pascamelahirkan (post partum blues). Gejalnya seringkali disertai dengan gangguan selera makan dan tidur, harga diri yang rendah, dan kesulitan dalam mempertahankan konsentrasi atau perhatian. Antara 8% sampai 15% sebagaimana dilaporkan Campbell & Cohn (1991) dan Gitlin & Pasnau (1989), ibu-ibu mengalami suatu gangguan, setidaknya pada tingkat keparahan sedang.

Pada kasus parah yang mengarah pada tindakan bunuh diri, terdapat faktor-faktor lain yang diasosiasikan dengan peningkatan resiko yang mencakup stres, single parent, masalah perkawinan, keuangan, kurangan dukungan pasangan dan anggota keluarga.

Bacaan : Jeffrey S. Nevid, Spencer A. Rathus, Beverly Greene – Abnormal Psychology in a Changing World

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s