Pribadi Histrionik Lapar Perhatian

Pria berupaya menarik perhatian dengan penampilan ‘macho’ dan wanita dengan gaya feminin, merupakan fenomena biasa. Namun, ketika upaya untuk menarik perhatian tersebut melibatkan emosi yang berlebihan disertai kebutuhan yang besar untuk menjadi pusat perhatian, maka sangat dimungkinkan hal itu merupakan pertanda terjadinya gangguan kepribadian histrionik (Histrionic Personality Disorder)

Istilah  Histrionik berasal dari bahasa Latin ‘histrio’ yang berarti ‘aktor’. Orang dengan gangguan kepribadian histrionik cenderung dramatis dan emosional. Mereka terdorong menuntut orang lain memenuhi rasa laparnya akan perhatian dan akan berperan sebagai korban (teraniaya) manakala orang lain mengecewakannya. Penundaan kesenangan adalah hal yang menyiksa. Mereka cepat bosan dengan rutinitas, ketagihan hal-hal baru, haus stiimulasi. Impiannya untuk mendominasi lampu sorot menjadikan mereka cenderung tertarik menekuni profesi modeling dan akting.

Meski dari luar mereka tampak meyakinkan, sebenarnya mereka memiliki harga diri (self-esteeem) yang kurang. Bila mengalami kemunduran dan kehilangan perhatian publik, mereka pun dihinggapi keraguan yang menyedihkan.

Bacaan : Jeffrey S. Nevid, Spencer A. Rathus, Beverly Greene – Abnormal Psychology in a Changing World

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s