Kedaulatan Imajiner Bangsa-Bangsa

Menjadi bangsa berdaulat penuh sambil menjadi anak manis dalam kancah pergulatan politik internasional, adalah gagasan absurd kalau tidak bisa disebut basa-basi internasional.

Masyarakat internasional berbeda dengan masyarakat yang ada dalam satu negara. Masyarakat suatu negara adalah kumpulan individu yang dengan terpaksa atau sukarela tunduk terhadap aturan dan pemerintahnya. Sedangkan masyarakat di dunia internasional adalah kumpulan dari kumpulan individu (bangsa) yang masing-masing berdaulat penuh atas dirinya sendiri. Sehingga adalah suatu yang mustahil sebuah bangsa bisa berdaulat penuh sambil tunduk pada otoritas tertentu.

Sekali tunduk –-apa pun bentuk dan pertimbangannya– sama artinya bangsa tersebut kehilangan kedaulatan. Bahasa teknisnya terjajah!. Konyolnya lagi, apa yang disebut masyarakat internasional sebenarnya memang tidak pernah ada. Yang ada hanya segelintir negara yang mengklaim mandapat mandat untuk merepresentasikan dirinya sebagai otoritas internasional.

Pertanyaannya, jika segelintir negara tersebut dengan mengatas namakan kepentingan nasionalnya tidak tunduk terhadap ‘aturan internasional’, otoritas mana yang berhak memaksanya?

Selamat menjalankan ibadah sholat Jum’at !

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s