Penyakit, Lebih Dari Sekedar Fakta Biologis

Tidaklah salah menyamakan penyakit dengan penderitaan, karena orang yang sakit secara eskalatif dapat dipastikan mengalami penderitaan. Namun, dalam pengertian sehari-hari, penyakit tidak dianggap sama dengan penderitaan.

Pasien dengan penyakit kanker yang tidak menderita simtom-simtom, tetap dikategorikan sebagai sedang dalam kondisi sakit. Sementara, wanita yang menderita rasa sakit sewaktu melahirkan dianggap sehat. Contoh ini menunjukkan bahwa pengertian kata ‘sakit’ dan ‘sehat’ dalam pengertian sehari-hari mengacu pada makna biologis. Jadi, pertanyaan apakah seseorang sakit atau tidak, adalah pertanyaan mengenai fakta (biologis).

Ketika mencermati fenomena biologis dan keteraturan-keteraturan sebagai bagian dari paradigma kedokteran modern, tidak diragukan sangat produktif. Tetapi, fakta lain yang mungkin tidak terlalu mengusik menunjukkan bahwa penyakit bukan hanya entitas-entitas biologis.

Penyakit bukan organisme biologis, tetapi manusia yang sedang sakit yang mempunyai sebab dan efek yang berpengaruh luas di luar batas-batas biologis. Tukak usus duabelas jari dan kanker menjadi bukti bahwa kedokteran klinis lebih dari sekedar biologis terapan. Para klinisi ‘dipaksa’ harus memperhitungkan pengalaman sakit, penderitaan, harga diri, dan tujuan hidup pasien, yang kesemuanya adalah fenomena nonbiologis.

Bacaan : Hendrik R. Wulf MD, Stig Andur Pedersen, Raben Rosenberg MD – philosophy of Medicine

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s