Makna Waktu dalam Sebungkus Mie Instan

Mie instan selain mengandung nutrisi juga dipercaya memberi waktu. Jika hiburan disebut penguasa kebebasan, makanan instan adalah penjaja waktu luang. Proses memasak yang singkat menyisakan waktu ‘bebas’ yang bisa digunakan untuk berbagai kesibukan maupun bermalas-malasan.

Bebas berarti dimensi kosong yang bisa diisi. Sementara ‘waktu’ tidak bisa kosong alias tidak bisa dibebaskan. Waktu selalu terkait dengan aliran kesadaran sehingga setiap orang bisa membuat waktunya sendiri seperti merasa terlalu cepat ketika sedang senang atau dikejar deadline, dan merasa melambat ketika sedang bosan atau tersiksa. Adapun penggalan waktu berupa menit, jam, sore, pagi, tahun, minggu hanya kesepakatan bersama, semacam peta untuk menentukan titik temu.

Waktu mengada dengan apa adanya pada masyarakat primitif. Tanpa satuan jam, waktu tak ubahnya oksigen yang bisa dihirup sesuka hati. Suatu akitivitas dikatakan berguna atau sia-sia, baik atau buruk, benar atau salah, termasuk cepat atau lambat, tidak ditentukan berapa banyak waktu yang dihabsikan, tapi tergantung konteks atau parameter yang digunakan.

Dengan demikian, ketika waktu kita terbebas dari pemaknaan tertentu sebagaimana ‘bebasnya’ masyarakat primitif mengisi waktunya, tidak ada waktu yang bisa dimaknai dalam sebungkus mie instan selain mengetahui proses memasaknya selama 10 menit.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s