The Real Hometown

Meskipun ada anggapan bahwa masa depan tidak lebih dari sekedar pendukung untuk segala macam omong kosong, optimisme terpaksa, kemewahan paling bejat, dan tipu daya paling memuakkan. Namun ketika mustahil berdialog dengan orang-orang tuli dan acuh tak acuh, maka berinteraksi dengan masa depan menjadi pilihan paling logis.

Bukankah kebenaran palsu diberi kedudukan tinggi hanya agar lebih mudah disingkirkan, karena juru masak jaman tahu bahwa kualitas dadar peradaban tidak ditentukan oleh banyaknya telur yang dipecahkan. Kalau pun kepalsuan dianggap sebagai pemenangnya tidak ada kewajiban untuk bertindak sedemikian rupa sehingga tampak adil.

Seberapa pun indahnya, kehidupan dunia tetap bungkus kado yang akhirnya dibuang. Masa depan bukanlah alternatif terakhir antara meratapi nasib atau mabuk kesuksesan, tapi tentang kepastian kembali ke kampung halaman sesungguhnya (the real hometown), ke pangkuanNya.

Selamat Hari Raya Iedul Fitri 1 Syawal 1436 H, Mohon Maaf Lahir Bathin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s