Lezatnya Daging Sejarah

Terbakar kritik pedas, berlumur celaan dan cibiran, bukanlah monopoli para seniman beserta karyanya, tapi menjadi kelayakan siapa saja yang tidak ingin terikat pada tiang perbudakan, terlebih ketika tahu bahwa tiang itu penuh sisa kotoran.

Tanpa ada keraguan, panggung sejarah adalah tempat tinggal para pejuang dan singa. Yang pertama mendambahkan makna, yang kedua berpesta pora menikmati kelezatannya. Kelantangan hanya ada di tepi, selebihnya tak ada yang terdengar selain omong kosong dan pikiran dangkal yang menggelikan.

Di bawah panorama senja sorak sorai kemewahan berbaur dengan penderitaan yang memekik-mekik. Sejarah bukan segalanya. Sejarah hanya mengubah kehidupan tidak mengubah dunia.

Bacaan : Albert Camus – Krisis Kebebasan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s