Transendensi Mengeliminasi Kejahatan

Sebelum membenarkan keyakinan umum bahwa faktor ekonomi –tepatnya kemiskinan–  merupakan akar kejahatan, tidak ada salahnya bertanya dulu, apa sih kejahatan itu?. Jika artinya adalah perilaku yg bertentangan dengan nilai dan norma yg berlaku yg telah disahkan oleh hukum tertulis, maka asumsi bahwa akar kejahatan adalah kemiskinan perlu dipikir ulang, karena faktanya kejahatan juga dilakukan oleh mereka yang berkelimpahan.

Besarnya energi penggerak kejahatan dipengaruhi tingkat kekeringan ikatan emosi antara pelaku kejahatan dengan korbannya. Semakin tidak mampu ikut merasakan penderitaan orang lain semakin berpotensi sebuah tindak kejahatan diekspresikan. Bukankah rasa nikmat yang diperoleh seorang psikopat atas penderitaan korbannya merupakan kepanjangan dari kegagalan merasakan penderitaan korban (orang lain).

Lalu, apakah kejahatan semata-mata hanya bersumber dari ketidakmampuan ikut merasakan penderitaan orang lain?. Faktor keterdesakan, ketidak-adilan, kemarahan, keserakahan bisa menjadi motivator sekaligus pembenar. Sebaliknya, apakah ada jaminan tidak terjadi tindak kejahatan jika semua orang memupuk rasa sepenanggungan-sependeritaan?. Kalaupun ‘terpaksa’ terjadi, setidaknya akan tersendat, tidak meluap dan terlampiaskan.

Jaminan tidak adanya tindak kejahatan bisa terwujud manakala semua orang merasa selalu terlihat, karena kejahatan merupakan saudara kembar kegelapan atau ketersembunyian. Maksudnya bukan dengan menebar kamera pengintai, tapi membangun mindset transendental, yaitu membangun kesadaran diri yang selalu mengada keluar mengawasi diri (transenden) sebagai wujud keyakinan bahwa Tuhan Maha Melihat.

Referensi: KamusBahasaIndonesia.org

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s