Cara Cerdas Menghadapi Toxic People

Orang-orang bermasalah (toxic people), khususnya di lingkungan kerja, boleh dibilang pribadi yang selalu menentang logika. Sebagian dari mereka tidak menyadari dampak negatif perilakunya terhadap orang-orang di sekitar mereka, sebagian lainnya menunjukkan kepuasan setelah berhasil membuat kekacauan yang menekan orang lain. Pendek kata, mereka menciptakan kompleksitas yang tidak perlu, pertikaian, dan penyulut stres yang buruk.

Kemampuan untuk mengelola emosi dan tetap tenang ketika sedang di bawah tekanan memiliki link langsung ke kinerja kita. Berdasarkan penelitian yang dilakukan TalentSmart terhadap lebih satu juta orang, ditemukan fakta bahwa 90% dari top performer adalah orang-orang yang terampil dalam mengelola emosi mereka pada saat stres sehingga tetap tenang dan terkendali. Salah satu anugerah terbesar dari sifat mereka adalah kemampuan untuk menetralisir orang-orang bermasalah. Top performer mampu mengasah strategi yang baik kemudian mereka terapkan untuk mengatasi orang-orang bermasalah.

Satu hal yang perlu diingat ketika kita berinteraksi dengan orang bermasalah yaitu menyadari bahwa kita sedang terpapar oleh kendali jauh lebih daripada yang kita sadari. Berikut ini indikasi perilaku tipikal orang bermasalah dan cara efektif mengatasinya :

  1. Mereka Mengatur Batas (representasi pengeluh)

Hadirnya pengeluh di lingkungan kerja adalah berita buruk karena mereka berkubang dalam masalah mereka dan gagal fokus pada solusi. Mereka ingin orang-orang di sekitarnya bergabung  ke dalam barisan para penuntut belas kasihan, sehingga mereka dapat merasa menjadi orang yang layak mendapat simpati. Sikap mohon belas kasihan ini menjadi tekanan orang-orang disekitarnya, karena jika tidak bersimpati takut dinilai sebagai orang yang berperasaan atau kasar. Kebanyakan orang tidak bisa membedakan antara menunjukkan sikap simpatik atau tersedot ke dalam pusaran emosi negatif, karena perbedaanya sangat tipis.

Cara efektif menghadapi pengeluh adalah dengan menetapkan batasan dan menjauhkan diri seakan pengeluh sedang merokok, tidak mungkin kita duduk disebelahnya sepanjang waktu menjadi penghisap asap kedua. Dengan menetapkan batas atas apa yang mesti mereka keluhkan dengan masalah yang semestinya akan mengarahkan pengeluh kepada pembicaraan produktif.

  1. Mereka Jangan Dihabisi

Orang-orang sukses tidak akan tergoda untuk menghabisi orang-orang bermasalah, karena konflik yang terkendali merupakan ajang untuk berlajar menjadi lebih bijaksana.

  1. Mereka menginjak kepala kita

Orang bermasalah memancing kita agar berbuat gila karena perilaku mereka begitu tidak rasional. Perilakunya benar-benar bertentangan dengan akal sehat. Membiarkan diri kita hanyut dalam emosi sama artinya dengan masuk perangkap mereka. Semakin tidak rasional tingkah laku mereka, semakin besar alasan kita untuk tidak terpancing. Tidak usah berpikir mengalahkan mereka di permainan mereka. Menjauhkan diri dari mereka secara emosional dan melakukan pendekatan interaksi seperti layaknya proyek ilmiah dimana kita tidak perlu untuk menanggapi secara emosional atas kekacauan faktual.

  1. Mereka menyadari emosi mereka

Mempertahankan jarak emosional membutuhkan kesadaran. Kita tidak mungkin bisa menghentikan seseorang menekan kita jika kita tidak mengenali kapan itu terjadi. Seringkali kita dihadapkan dengan situasi di mana kta harus memilih. Kita tidak perlu takut untuk memutuskan kapan saat terbaik hanya tersenyum dan mengangguk. Kapan  melakukan koreksi atas kesalahan yang tidak semestinya.

  1. Mereka Membangun Batas

Ini adalah tentang di mana kebanyakan orang cenderung memandang sebagai kewajaran. Kita secara sadar dan proaktif perlu membuat batas. Jika kita memandang dan membiarkan sesuatu terjadi sebagai hal yang alami, secara potensial kita akan terlibat dalam kesulitan, terutama akibat dari perilaku yang bermasalah. Kita perlu menetapkan batas-batas dan memutuskan kapan dan di mana kita akan melibatkan orang-orang bermasalah, terutama jika kita mengetahui adanya gelagat mereka berniat melanggar batas yang kita tetapkan.

  1. Mereka tidak akan membiarkan siapa pun membatasi kegembiraan mereka

Orang bermasalah tidak akan membiarkan siapa pun berpendapat atau memberi komentar sinis atas apa yang diklaim mereka sebagai gagasan brilian. Dalam situasi tertentu kita tidak perlu mempedulikan apa yang dipikirkan atau dikehendaki orang-orang atas apa yang kita lakukan. Apa yang mereka pikirkan atau katakan tentang kita pada saat tertentu, tidak bisa menjadi ukuran baik atau buruk atas apa yang kita lakukan.

  1. Mereka hanya fokus pada masalah, bukan solusi

Memfokuskan perhatian pada masalah yang kita hadapi, hanya akan memperpanjang emosi negatif dan mengundang stres. Ketika berhadapan dengan orang bermasalah, betapa mereka terpaku pada kegilaan atas apa yang mereka sebut sebagai masalah. Kita dibuat sulit untuk menunjukkan kekuasaan kita. Jangan terpengaruh, berhenti berpikir tentang betapa mereka begitu mengganggu, dan berfokus pada bagaimana cara mencegah melibatkan mereka terlalu jauh. Cara ini membuat kita lepas dari kontrol mereka, dan itu akan mengurangi tingkat stres yang kita alami saat berinteraksi dengan mereka.

  1. Jangan lupakan Mereka

Secara emosional orang-orang cerdas cepat memaafkan, tapi itu tidak berarti bahwa mereka lupa. Pengampunan membutuhkan pelepasan diri dari ikatan kejadian. Ini tidak berarti kita membiarkan terjadi pelanggaran pada kesempatan lain, termasuk terhadap apa yang dilakukan orang bersalah.

  1. Penebar pesan negatif

Kadang-kadang kita menyerap negativitas orang lain begitu saja. Tidak ada yang salah dengan perasaan yang terganggu akibat ulah seseorang, tapi berkutat dengan ketidaknyamanan perasaan kita sendiri akan berakibat buruk. Mengntensifkan perasaan positif bisa membantu kita bergerak melewatinya.

  1. Mereka bukan beruang

Pelepasan hormon adrenalin memicu respons instingtif. Mekanisme bertahan hidup yang memaksa kita untuk memilih, melawan atau lari ketika menghadapi ancaman. Mekanisme fight-or-flight  tepat dilakukan ketika beruang mengejar kita, namun tidak mungkin berlaku ketika kita dikejutkan oleh seseorang atau rekan kerja yang marah besar.

  1. Tidur cukup ketika ‘bertempur’ dengan mereka

Ketika kita tidur, otak kita aktif menyeret kita melalui kenangan hari itu dan menyimpan atau membuangnya lewat mimpi, sampai kemudian kita terbangun, waspada dan jernih. Kontrol diri, perhatian, dan memori kita berkurang ketika kita kurang tidur. Tidur malam yang baik ini membuat kita lebih positif, kreatif, dan proaktif, termasuk ketika berinterakasi dengan orang-orang bermasalah.

  1. Memanfaatkan Dukungan dalam menghadapi mereka

Mencoba mengatasi semua masalah sendiri sangat menggoda, namun sama sekali tidak efektif. Untuk mengatasi orang bermasalah, kita perlu mengenali kelemahan pendekatan kita. Ini berarti berpikir untuk memanfaatkan sistem dukungan. Sebagaimana lazimnya, setiap orang memiliki seseorang di tempat kerja yang siap membantu ketika menghadapi situasi sulit. Mengidentifikasi individu-individu membuat kita berupaya menambah wawasan, termasuk mendapatkan bantuan mereka ketika kita membutuhkannya.

  1. Menjadi bagian dari upaya menjadi lebih baik

Tidak bisa dipungkiri, interaksi sensitif dengan orang-orang bermasalah menguras perhatian. Untungnya, plastisitas otak memungkinkan untuk membentuk dan mengubah saat kita berlatih membentuk perilaku baru, bahkan ketika kita gagal. Mempraktikkan prinsip ini bisa melatih otak kita untuk menangani stres secara lebih efektif sehingga mengurangi kemungkinan efek buruknya.

Disadur dari : https://www.linkedin.com/pulse/article/20141020140349-50578967-how-successful-people-handle-toxic-people?trk=tod-home-art-list-large_0

One thought on “Cara Cerdas Menghadapi Toxic People”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s