Manipulator Emosi – The Invisible Trouble Makers

Sangat mungkin tidak terpikirkan, ternyata yang bisa dimanipulasi bukan hanya uang, tapi juga emosi. Selain itu, juga tidak mengira jika manipulasi emosi merupakan agresi terselubung.

Untuk dapat mendeteksi adanya praktik manipulasi emosi di sekitar kita, ada baiknya mencermati beberapa gejala berikut ini :

  1. Dibalik ungkapan penyesalan termasuk linangan air mata, sesungguhnya seorang manipulator emosi sama sekali tidak benar-benar menyesali perbuatannya.
  2. Manipulator emosi merepresentasikan diri mereka sebagai orang yang siap membantu. Jika kita meminta mereka untuk melakukan sesuatu, hampir dapat dipastikan mereka selalu setuju. Namun setelah kita mengatakan ” ok thanks “, mereka segera mendesah dalam,  atau mengirim pesan-pesan non verbal lainnya guna menunjukkan bahwa mereka tidak benar-benar ingin melakukannya.
  3. Meskipun di luar nalar sehat, manipulator emosi seringkali berhasil membalikkan keadaan, merasionalisasikan, membenarkan, menjelaskan hal-hal yang telah berlalu dengan kebohongan yang hampir sempurna. Pendekatan persuasif mereka membuat kita meragukan keyakinan kita sendiri. Proses manipulasi mereka sangat ‘mematikan’ dan mengikis realitas dalam arti harfiah.
  4. Melalui permainan emosi, manipulator emosi mampu memasarkan rasa bersalah kepada korbannya dengan sangat baik.
  5. Manipulator Emosi jarang mengungkapkan kebutuhan atau keinginannya secara terbuka, karena mereka terbiasa mendapatkannya dengan cara memanipulasi emosi orang di sekitarnya. Bagi seorang manipulator emosi, rasa bersalah adalah satu-satunya barang dagangan andalannya. Kita dapat dengan mudah ‘terperas’ untuk melakukan apapun demi meredakan rasa bersalah.
  6. Permainan lainnya yang juga sering dijadikan senjata adalah menebar rasa simpati. Seorang manipulator emosi sangat ahli menciptakan bukti-bukti yang meyakinkan bahwa dirinya adalah orang yang teraniaya, sehingga menggugah banyak hati untuk besimpati dan memberikan dukungan kepadanya.
  7. Manipulator Emosi tidak akan pernah membuka perlawanan atau kekasaran secara terbuka. Keterusterangan adalah hal tabu. Mereka lebih senang berbicara di belakang kita untuk kemudian mendorong orang lain mengganti posisinya guna memberitahukan kepada kita apa yang diinginkannya.
  8. Sekali kita terhubung dengan mereka, mereka memiliki cara agar menempatkan perhatian lebih tertuju pada diri mereka sendiri.
  9. Manipulator Emosi entah bagaimana caranya memiliki kemampuan untuk mempengaruhi iklim emosi orang-orang di sekitar mereka. Ketika memanipulasi emosi sedih atau marah seolah dalam ruangan terdengar alunan suara biola dan petikan gitar yang menggiring emosi orang-orang untuk ikut merasakannya.
  10. Manipulator emosi tidak memiliki rasa tanggung jawab . Mereka tidak bertanggung jawab kecuali untuk diri mereka sendiri. Apa yang meraka lakukan selalu tentang apa yang telah dilakukan orang lain untuk mereka.
  11. Indikasi awal karakter manipulator emosi dapat kita ketahui dengan memastikan bahwa mereka sering mencoba membangun keakraban dengan memberikan informasi yang sangat pribadi lebih dari yang sepatutnya. Biasanya korbannya langsung terkesan dan menganggapnya sebagai pribadi sangat sensitif, terbuka dan agak rapuh.
  12. Terakhir, jika kita memandang manipulator emosi sebagai manusia rapuh yang sedang melawan banteng, maka selama itu kita bakal disuguhi buah karya the invisible trouble makers, yaitu masalah dan krisis.

Manakala sebagian atau seluruh gejala tersebut di atas kita temukan pada diri seseorang di lingkungan kerja kita, apa yang mesti kita  lakukan ?. Apakah hanya cukup berhati-hati?, atau meresponsnya dengan tindakan tertentu?.

Disadur dari : Stumbleupon

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s