Mengapa Ternista Bisa Muntah?

Secara alami tubuh memiliki mekanisme pertahanan, salah satunya adalah rasa mual atau muntah. Kehadiran benda asing masuk ke dalam tubuh seperti zat yang bersifat toxic atau pada awal kehamilan dimana calon janin dideteksi tubuh sebagai ‘benda asing’, menimbulkan rasa mual atau muntah. Tapi, bagaimana halnya dengan rasa mual atau muntah yang diakibatkan perasaan jijik yang hebat seperti melihat mayat, kotoran atau luka terbuka?.

Selain penjelasan fisiologis, filsuf Prancis Julia Kristeva menghubungkan rasa mual atau muntah dengan perasaan ternista (abjection). Dalam bukunya tentang apa artinya mengalami keternistaan, ia menunjukkan bahwa setiap manusia berjalan melalui periode keternistaan, yaitu ketika untuk pertama kalinya menyadari bahwa tubuh terpisah dari tubuh ibu. Rasa terpisah ini menimbulkan perasaan ngeri yang ekstrim yang terbawa sepanjang hidup.

Peristiwa traumatis tanpa sadar yang terkubur lama (karena direpresi) akan aktif kembali ketika bertemu dengan kejadian sejenis, yang juga sangat tidak dikehendaki atau menjijikkan. Rasa ngeri atau jijik yang luar biasa diartikan tubuh sebagai sesuatu yang membahayakan yang harus segera dikeluarkan atau dimuntahkan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s