Makna Teritori Manusia dan Hewan

Sebelum membahas lebih jauh tentang makna teritori, ada baiknya kita memahami tingkah laku yang berhubungan erat dengan kesadaran teritorial, yaitu agresi. Leonar Berkowitz (1969) membedakan agresi atau tingkah laku individu yang ditujukan untuk menyakiti  (termasuk membunuh) individu lain, ke dalam dua macam agresi. Pertama,  agresi instrumental yang digunakan sebagai alat untuk mencapai tujuan tertentu. Kedua, agresi impulsif atau agresi benci yang dilakukan sebagai bentuk pelampiasan keinginan untuk menyakiti atau membunuh individu lain. Pemahaman tentang agresi diperjelas oleh Kenneth Moyer (1971) yang merinci agresi ke dalam tujuh tipe, yakni agresi predatori, antar jantan, ketakutan, tersinggung, maternal, instrumental dan agresi pertahanan atau yang juga disebut agresi teritori.

Agresi teritori dapat kita amati dengan mudah pada perilaku kucing dan anjing. Kedua hewan tersebut selalu menetapkan batasan teritorinya melalui sekresi atau air seni. Yang memasuki wilayah kekuasaannya tersebut, terutama jantan, akan dianggap sebagai ancaman atau musuh. Dalam perspektif kehidupan sehari-hari, untuk menciptakan rasa aman dan nyaman, kita juga biasa membuat batasan-batasan fisik seperti pagar rumah atau berkendara di sebelah kiri garis tengah jalan raya, maupun yang bersifat psikologis seperti menjaga jarak duduk ketika berada di tempat umum,  menjaga jarak sosial dengan orang-orang yang berseberangan pandangan politik, merasa lebih dekat dengan yang se-keyakinan atau se-daerah asal, dan seterusnya. Dalam skala yang lebih formal, bisa kita saksikan pada penetapan batas suatu negara maupun paham ideologi yang dianut. Sengketa tapal batas, klaim atas suatu wilayah darat maupun laut, termasuk perbedaan ideologi, bisa memicu terjadinya ketegangan bahkan peperangan antar negara.

Makna dari batas teritori yang diwujudkan dalam banyak hal tersebut tidak tergantung pada jarak fisik-psikologis, luas-sempit atau jauh-dekat, melainkan pada derajad pengakuan atas apa yang dianggap sebagai representasi kedaulatan individu atau negara.

Perbedaan esensial dalam merepresentasikan diri lewat batas teritori antara manusia dan hewan terletak pada teritori ideologis atau keyakinan, karena secara kodrati dimensi ini hanya dimiliki oleh manusia. Sedangkan yang selebihnya seperti menjaga batas wilayah, merasa aman dan nyaman dengan kelompok sejenis, termasuk dimensi politis atau memperebutkan daerah kekuasaan, dilakukan oleh manusia maupun hewan.

Sumber Bacaan : Shawn C. Shea, MD – Wawancara Psikiatri (Seni Pemahaman),  E. Koeswara – Agresi Manusia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s