Malaikat pun ‘Lelah’ di Gaza

Tidak ada keraguan bahwa datangnya ajal adalah rahasia kehidupan. Namun, ketika menyaksikan apa yang sedang terjadi di Gaza, seolah tabir misterinya terbuka lebar.

Dari menit ke menit, mulai dari belasan, puluhan, hingga ratusan, sebagaimana dilaporkan televisi, angka-angka kematian itu terus merambat naik seperti layaknya data penjualan sabun cuci yang bisa dikalkulasi dan diprediksi. Hampir semua orang berlomba-lomba menunjukkan simpati dan kemarahannya ketika menyaksikan jumlah yang tewas mencapai tiga digit.

Lebih dari sekedar ironi, patutlah kita mengasihani diri kita sendiri daripada bersimpati atas penderitaan mereka yang ada di Gaza. Ternyata kita hanya tergerak oleh banyaknya angka kematian, bukan oleh penindasan vulgar yang berlangsung sistematis yang tidak pernah diapa-apakan kecuali mengecam dan mengutuknya sambil membiarkannya melenggang di depan mata.

Hanya karena telah bergabung dengan paduan suara perdamaian, kita pun merasa berhak membutakan diri atas ketidakadilan yang beranak-pinak di Gaza. Sehingga pembantaian yang terjadi secara berulang tersebut seolah sekedar ‘agenda rutin’ malaikat Izrail yang ‘melelahkan’, karena terlalu banyak nyawa yang dicabut.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s