Ketika Berkonfrontasi, Haruskah Mengandalkan Kekuasaan ?

Harus diakui, seringkali kita memandang orang menurut kecenderungan sifat mereka bukan menurut situasinya. Ketika orang lain menjadi sumber masalah atau penderitaan, kita yakin memang ia orang jahat. Makin fatal akibatnya, makin bulat penilaian kita bahwa ia adalah manusia yang tidak pernah ingin memiliki pilihan selain senang melihat orang lain menderita.

Berangkat dari cara menilai seperti itu, langkah selanjutnya yang lazim dilakukan adalah menutup rapat-rapat pintu kesabaran, karena (masih menurut penilaian kita) orang seperti itu tidak akan berubah hanya dengan diceramahi. Kita mulai berpikir mencari cara efektif untuk mengubah perangai buruknya. Pilihannya sudah kita putuskan sebelum pertanyaan diajukan, yaitu menghadiahi hukuman yang (kita harapkan) menjerakan.

Apa arti mendasar dari  godaan menggunakan kekuasaan untuk menghukum seseorang?. Kita perlu melihat dorongan ini bukan sekedar akumulasi energi kemarahan yang harus disalurkan, melainkan sebagai sebuah peringatan. Makin besar keinginan kita menggunakan kekuatan atau kekuasaan, makin membuktikan bahwa pikiran kita sendirilah yang bermasalah. Kita terpenjara oleh hasil usaha kita yang kita anggap sia-sia. Lalu merasa semestinya jika kita melampiaskan kemarahan. Tanpa sadar kita memilih berpikir dengan menggunakan otak kadal primitif yang dungu yang hanya berisi adrenalin.

Kita lupa bahwa paksaan membunuh hubungan. Kita sedang menggeser posisi kita dari mitra yang dihormati menjadi tukang paksa yang ditakuti. Dan pilihan ini tidak gratis, kita harus membayarnya. Tindakan kita menghancurkan rasa aman, dan dengan hilangnya rasa aman, secara alami orang akan melakukan defensif, termasuk perlawanan. Ketika ini terjadi, alih-alih behasil mengubah perangai buruk, yang terjadi justru kita kehilangan jalan kembali ke belakang tanpa harus kehilangan muka. Memilih maju terus pantang mundur, akan mengubah misi. Dari upaya mengubah perangai buruk menjadi memenangkan pertempuran.

Sumber Bacaan : Patterson, Grenny, McMilan, Switzler – Crutial Confrontations 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s