Cinta Menghangatkan Tubuh

Sebuah studi menemukan bahwa emosi yang berbeda mempengaruhi tubuh dengan cara yang berbeda, dan efek ini berlaku sama untuk semua budaya. Sensasi rasa nyaman dari ‘cinta’ dirasakan sampai ke jari kaki dan rasa bahagia meliputi seluruh tubuh. Sedangkan orang sedang marah, kesadarannya lebih terkonsentrasi pada kepala dan tangan, mungkin ini bagian dari kesadaran mempersiapkan diri untuk berkelahi. Sementara rasa sedih menimbulkan rasa lemah dan mual di tenggorokan dan sistem pencernaan.

Jika kita pernah merasakan adanya kehangatan dalam tubuh ketika jatuh cinta atau terasa gerah karena marah, fakta menunjukkan lebih dari yang kita pikirkan. Sejak lama para ilmuwan sudah menduga bahwa emosi berhubungan dengan berbagai perubahan fisiologis. Satu studi menunjukkan bahwa keadaan emosional berhubungan dengan sensasi tertentu tanpa dipengaruhi oleh latar belakang budayanya. Penelitian secara visual menunjukkan bahwa orang patah hati benar-benar merasakan sakit di dada mereka, merasa rendah disertai sedih atau perasaan bahagia yang menjalar ke seluruh tubuh. Sebaran sensasinya ditunjukkan lewat grafis di bawah ini.

gambar sensasi tubuh

Kuning menunjukkan daerah sensasi yang meningkat sementara daerah biru mewakili perasaan sebaliknya. Perasaan senang sensasinya menyebar dari kepala sampai kaki, kemarahan benar-benar dapat membuat seseorang merasa panas kepala, dan depresi membuat orang merasa mati rasa,

Jatuh cinta membuat seluruh tubuh ditaburi kehangatan cahaya kecuali lutut, mungkin ini mengisyaratkan akan kebenaran pepatah kuno yang mengatakan panah asmara membuat sesorang lunglai. Kesedihan meninggalkan rasa lemah pada anggota badan kita dan aktivitas sadar ekstra berpusat di dada  dan jantung. Depresi juga membuat kita merasa lemah, rasa mual di tenggorokan dan sistem pencernaan. Emosi dasar termasuk kemarahan dan ketakutan menyebabkan peningkatan sensasi di daerah dada bagian atas, yang bisa jadi disebabkan timbulnya kesadaran mempersiapkan untuk berkelahi. Kebahagiaan adalah satu-satunya emosi di mana seseorang merasa adanya peningkatan sensasi di seluruh tubuh, sementara kesedihan, termasuk sakit hati membimbing perhatian mereka ke jantung dan kepala. Orang merasa peningkatan sensasi di dada mereka ketika mereka bangga, sementara rasa malu dan rendah membawa perhatian ke sistem pencernaan dan kepala.

Semua temuan tersebut berasal dari para peneliti Finlandia yang melibatkan 700 relawan dengan latar belakang budaya berbeda diminta untuk membacakan cerita-cerita yang dirancang sedemikian rupa sehingga bisa membangkitkan emosi tertentu. Hasilnya sama untuk semua budaya, sensasi ‘cinta ‘ menjalar sampai ke jari kaki dan sensasi kebahagiaan memenuhi seluruh tubuh.

Dalam jurnal Proceeding of National Academy of Sciences, para peneliti mengatakan bahwa perasaan fisik tersebut dapat mendukung cara kita membangkitkan emosi. Para peneliti dari Universitas Turku mengatakan : “Penyebaran sensasi subjektif tubuh yang berhubungan dengan emosi manusia dapat membantu kita lebih memahami gangguan mood seperti depresi dan kecemasan.” Namun, Paul Zak , Ketua Pusat Studi Neuroeconomics di Claremont Graduate University di California , mengatakan kepada Medis Xpress bahwa penelitian ini tidak menjelaskan tambahan tentang bagaimana emosi bekerja. Studi ini tidak memberikan penjelasan bagaimana orang sering merasakan campuran antara emosi dan aktivitas berpikir yang berlangsung dalam tubuh seperti berkeringat dan suhu tubuh menjadi indikasi yang lebih jelas tentang adanya perubahan emosi dan fisiologis.

Disadur dari :  http://www.stumbleupon.com/su/1i81tK

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s