Karakteristik Dasar Usia

Melalui berbagai tahapan sejak dalam kandungan fisik manusia terus berkembang hingga mencapai puncak kesempurnaan. Kemudian secara berangsur dan pasti melemah. Hal serupa juga terjadi pada aspek psikis. Bedanya, gejala perkembangan fisik relatif lebih teramati, sedangkan perkembangan karakter hampir-hampir tak terdeteksi.

Erik Erikson mengatakan bahwa dalam setiap tahap perkembangan, ego atau karakter dihadapkan dengan berbagai krisis kekontradiktifan, sehingga terbentuk karakteristis dasar yang terhubung dengan pengalaman masa lalu. Secara terperinci karakteristik yang mendominasi dalam setiap fase tergambar sebagai berikut :

Karakteristik Dasar Tahap Pengembangan Diri

 PERTUMBUHAN  KONFLIK  KEMATANGAN KEPUTUSAN

Bayi
Lahir-4 Tahun

Individualitas
19-23 Tahun

Kesadaran Diri
40-43 Tahun

Perenungan
60-65 Tahun

Pada fase ini bayi hidup  dalam keadaan terikat ketergantungan mutlak dengan ibu sebagai penyedia semua kebutuhan. Hubungan bayi ke ibunya akan berubah dengan cepat seiring dengan perkembangan mobilitas, namun hubungan ibu sebagai pengasuh bayi tetap berlanjut. Dasar-dasar selera musik, pakaian, teman, dan konsep-konsep pribadi seperti apa yang menarik terbentuk di fase ini. Namun, selain itu tumbuh identitas sosial lainnya seperti sebagai karyawan, pasangan, dan / atau orang tua. Nilai pembelajaran dari Pengalaman yang berguna dikembangkan pada fase ini. Pada tahap ini terbentuk kepribadian yang dipengaruhi pengalaman. Coraknya tergantung tingkat perubahan yang diperlukan untuk membentuk diri yang matang dalam keselarasan, proses ini dapat berlangsung secara dramatis atau sederhana. Tahap ini menandai awal dari pencarian makna. Sebuah minat baru terhadap agama, pemuda, filsafat populer, atau spiritualitas umum. Nilai ditemukan dalam pengalaman seperti belajar non-terapan, wisata, dan pengembangan pribadi. Seperti di masa kanak-kanak, karya dinilai berdasarkan pertalian.

Masa Kanak-kanak
4-10 Tahun

Keintiman 

23-30 Tahun

Penyesuaian Diri Kembali

43-50 Tahun

Pengakuan

65-70 Tahun

Anak-anak adalah mesin yang mencari pengalaman melalui belajar, mengumpulkan dan memanipulasi data sampai semua kemungkinan didapatkan, kemudian mengubah menjadi permainan. Sifat bermain sampai batas tertentu merupakan  ciri khas. Anak-anak melihat peran model sebagai penemuan yang diakui. Nilai barang konsumsi terletak pada pertalian. Tahap dari periode panjang konflik, dan keinginan mewujudkan antara sebagai individu yang masih belajar dengan pelapisan identitas sosial. Berbagi makanan muncul sebagai sebuah kolaborasi sosial yang penting untuk mengukur hubungan. Nilai barang-barang konsumsi didasarkan pada pengakuan perkembangan mobilitas sosial yang berlangsung pesat. Tahap belajar dari masa kematangan. Karya dan tindakan nyata yang tidak sesuai akan dibuang. Ada keterbukaan baru untuk begabung dengan hal-hal baru dan ide-ide yang kompatibel dengan nilai-nilai dianggap bisa menyempurnakan. Konsistensi dan keandalan adalah nilai-nilai prioritas utama. Merupakan tahap belajar dari fase resolusi. Praktek dan hasil karya yang tidak bisa memenuhi nilai standar baru (uang atau spiritual) akan dibuang. Kesetiaan merupakan ciri utama yang tetap dipertahankan kecuali bila perubahan hasil atau nilainya disangkal.

Pra Remaja
10-14 Tahun

Mempraktikkan

30-35 Tahun

Keahlian
50-55 Tahun

Mengakomodasi

70-75 Tahun

Kembali ke masa lalu untuk membangun nilai seumur hidup. Pra remaja berupaya mencapai keseimbangan antara kondisi sekarang dan masa depan, secara aktif mencari model peran baru sambil mencari rasa aman dan penanaman nilai berdasarkan semangat masa kanak-kanak. Merasakan hidup menjadi lebih kompleks, ketidakseimbangan dalam langka maju ke depan. Periode ini menandai era kerinduan kedua kepada  masa kanak-kanak yang muncul kembali sebagai simbol nilai. Nilai-nilai inti dari kerinduan adalah kemampuan, konsistensi, dan keamanan. Kerinduan ketiga sebagai upaya merenungkan jalan hidup. Masa penyesuaian dari keterikatan dan keterlibatan langsung. Proses penelaan berlangsung intens. Mobilitas sosial mulai melambat, perolehan hasil juga melambat. Nilai ditemukan kembali ke versi bernuansa tahap pengalaman bermain pada masa kecil. Periode penyesuaian akhir menyisihkan apa yang tidak dikerjakan dan menghargai apa yang mampu dilakukan. Sebuah rasa kebebasan yang tidak dialami sejak kecil mendorongnya untuk mengeksplorasi motivasi intrinsik saja. Kerinduan masa lalu dinyatakan dalam bentuk perbandingan yang tidak menguntungkan antara masa ini dengan masa lalu.

Remaja

14-19 Tahun

Evaluasi
35-40 Tahun

Evaluasi Ulang
55-60 Tahun

Penyerahan Diri

75+ Tahun

Identitas muncul didorong untuk memutuskan hubungan ketergantungan dengan orangtua. Pengakuan bergeser dari orang tua kepada kelompok sebaya. Pengujian diri, dan mencoba-coba identitas yang dipandu oleh keinginan menjadi pengikut yang baik dan peluang mendapatkan pengalaman baru. Periode pemisahan identitas yang mirip dengan tahap remaja. Sebuah periode pemeriksaan ulang dari jaringan hubungan mencakup seluruh dimensi sosial, dengan menolak berhubungan dengan orang-orang yang identitas individualnya tidak sesuai. Sebuah periode ketiga pemeriksaan ulang identitas didasarkan pada realisasi bahwa sekarang kemungkinan besar bergantung pada kemampuan maksimum dalam semua bidang kehidupan. Nilai ditempatkan pada pemahaman dan keamanan. Penghentian pencapai barang konsumsi sedang dimulai. Sebuah periode konfirmasi identitas dan penerimaan bahwa terhadap berbagai hal yang berada di luar kendali. Imbalan intrinsik adalah nilai yang berharga seperti belajar, kesinambungan (berbagi pengalaman dengan cucu-cucu), aktualisasi diri, dll

Copyright © 2001, 2006 Cultural Studies & Analysis

Sumber : http://www.stumbleupon.com/su/69IM3a/:DYI5CY9l:aMbBlcgg/www.culturalanalysis.com/docs/chart.html/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s