Memahami Bahasa Tubuh

Ilmuwan sosial Erdward T. Hall ( Shea, 1996) berpendapat bahasa komunikasi terdiri dari 10 persen kata-kata dan 90 persen tata bahasa budaya yang tersembunyi. Dalam 90 persen tersebut terdiri dari campuran perasaan-perasaan, umpan balik, kebiasaan setempat, alur budaya, cara-cara untuk menghindari pertengkaran dan pandangan-pandangan tidak sadar tentang bagaimana dunia bekerja. Pandangan Hall tersebut mengisyaratkan bahwa komunikasi bukan hanya tentang makna yang diucapkan, tapi juga bagaimana  kata-kata diucapkan.

Sedangkan ketika kita berbicara dengan orang lain, ada yang berpendapat bahwa pesan yang kita terima terpecah menjadi 10 % berupa apa yang sebenarnya dikatakan orang, 40 % berupa nada dan kecepatan suara, dan 50 % diperoleh lewat gerak-gerik atau bahasa tubuh mereka.

Terlepas sejauh mana dua pendapat tersebut mendapat tempat di kalangan para ahli, dapat dikatakan bahwa substansi pesan yang kita kirim maupun kita terima, lebih didominasi oleh penyampaian secara nonverbal (tidak menggunakan kata-kata). Oleh karenanya, untuk mewujudkan komunikasi yang efektif, pesan-pesan nonverbal (khususnya berkaitan dengan gerak-gerik tubuh), perlu mendapat perhatian lebih, setidaknya tidak diabaikan begitu saja. Berikut ini sebagian gerak-gerik tubuh yang mengandung makna tertentu :

  • Menurunkan kepala bisa menandakan kurangnya kepercayaan diri. Jika seseorang menurunkan kepala ketika dipuji, mereka mungkin malu atau pemalu
  • Menyentuh atau menarik-narik telinga menunjukkan adanya keraguan
  • Senyum yang tulus mencakup seluruh wajah ( terpancar di mata )
  • Senyum palsu biasanya hanya melibatkan bibir
  • Memiringkan kepala dapat melambangkan minat pada sesuatu atau kepada seseorang
  • Terlalu memiringkan kepala dapat menjadi tanda simpati
  • Menutup mata atau mencubit cuping hidung sering dilakukan seseorang ketika membuat evaluasi negatif
  • Ketika pendengar mengangguk , ini biasanya menunjukkan pesan positif, mereka tertarik dan memperhatikan
  • Mengangguk berlebihan dapat berarti bahwa pendengar telah kehilangan minat tetapi tidak ingin bersikap kasar
  • Menyentuh / menggosok hidung seseorang dapat menunjukkan keragu-raguan atau penolakan atas sebuah gagasan
  • Mencuatkan dagu terhadap yang lain mungkin menunjukkan pembangkangan
  • Meletakkan tangan di pipi sering dilakukan jika seseorang sedang berpikir atau merenung , sedangkan membelai dagu bisa berarti orang tersebut berusaha membuat keputusan
  • Mendorong ke belakang bahu seseorang dapat diartikan sedang menunjukkan kekuatan dan keberanian
  • Membuka lengan berarti seseorang merasa nyaman untuk didekati dan bersedia untuk berbicara / berkomunikasi
  • Melipat lengan menunjukkan ada semacam barikade di antara mereka dan orang lain ( atau lingkungan mereka ), pertanda adanya ketidakpuasan
  • Meletakkan tangan di belakang leher menunjukkan sikap terbuka dengan apa yang sedang dibahas dan tertarik untuk mendengarkan lebih jauh
  • Menunjuk  dengan jari dapat ditafsirkan sebagai agresi atau ketegasan
  • Menyentuh bagian depan leher dapat menunjukkan bahwa seseorang tertarik dan peduli tentang apa yang dikatakan lain
  • Gerakan tangan ke atas dan mengarah keluar menandakan pesan positif dan terbuka
  • Telapak tangan dihadapkan keluar menuju yang lain menunjukkan keinginan seseorang untuk berhenti dan tidak mendekati
  • Jika ujung jari ditekan bersama-sama biasanya menunjukkan seseorang sedang berpikir dan mengevaluasi
  • Ketika menawarkan gagasan kepada orang lain, berkali-kali sisi telapak tangan kita saling mendekat dengan jari-jari diperpanjang
  • Menempatkan tangan di pinggul dapat diartikan menunjukkan semangat dan kesiapan ( juga bisa berarti pesan agresi )
  • Pinggul didorong ke depan , sambil bersandar ke belakang dapat diartikan merasa kuat atau isyarat sugestif
  • Kaki dibuka berjauhan – menandakan ada rasa memiliki kekuatan dan dominasi
  • Ketika seseorang duduk dengan kaki terbuka sebagian, menunjukkan rasa aman terhadap lingkungannya
  • Bersila bisa berarti beberapa hal : santai / nyaman, atau defensif – tergantung seberapa tegang otot-otot kakinya
  • Ketika Anda menyilangkan kaki terhadap orang lain, Anda akan lebih tertarik dan menahan agar tidak menjauh
  • Ekspresi percaya diri dapat dilihat dari posisi kaki “Four Cross” yaitu ketika pergelangan kaki seseorang berada di atas lutut kaki lainnya dan kaki atas mengarah ke samping
  • Kika kaki Anda disilangkan dengan kuat dapat menunjukkan bahwa Anda mulai bosan atau kehilangan kesabaran
  • Penurunan mata dapat menyampaikan rasa takut, rasa bersalah atau penyerahan
  • Menurunkan alis dan memicingkan mata menggambarkan sebuah upaya untuk memahami apa yang dikatakan atau yang sedang terjadi
  • Kurangnya kepercayaan atau apprehensiveness dapat ditampilkan ketika Anda tidak menatap mata orang lain
  • Kita akan berkedip lebih sering jika gugup atau mencoba mengevaluasi orang lain
  • Menatap langsung ke mata orang lain berarti menunjukkan keyakinan diri
  • Mata lebar menunjukkan perhatian besar terhadap subjek atau orang
  • Jika kita kesal terhadap komentar orang lain, selama percakapan menunjukkan gerakan yang cenderung menyamping
  • Menatap seseorang bisa menjadi gerakan agresif atau mengirim pesan bahwa yang menatap lebih dominan
  • Mengingat sesuatu biasanya dilakukan dengan melihat ke atas dan ke kanan
  • Melihat langsung ke atas dapat menunjukkan sedang berpikir
  • Kontak mata akan rusak jika seseorang merasa dihina oleh tatapan mata orang lain

Sumber :

Shawn Shea  C, Wawancara Psikiatri-Seni Pemahaman

http://www.stumbleupon.com/su/1antau/www.jinxiboo.com/blog/2009/12/15/what-does-your-body-language-say-about-you-how-to-read-signs.html/?_nospa=true

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s