Jiwa yang Terluka

Pupusnya harapan karena gagal memberdayakan diri membuat kita rapuh, terkoyak  meninggalkan luka di jiwa. Luka yang memutus hubungan dengan bagian terdalam diri kita. Mendatangkan perasaan terbelah, terasing, dan tidak berharga.

Jiwa luka menjadikan apa yang terjadi tidak ada yang kebetulan, tetapi memang seharusnya terjadi. Rasa sakitnya bukan saja membuat penderitanya tidak bisa menyesali diri, bahkan kita tidak tahu caranya menjadi apa pun jua. Baik menjadi orang yang kesal maupun orang ramah, menjadi bajingan atau orang jujur, menjadi pahlawan atau seekor serangga.

Di tengah sikap yang terlalu rasional, terlalu sadar diri, terlalu cenderung pada permainan sikap luar, hidup dipenuhi kemuakan. Terhanyut oleh rasa marah, takut, tamak dan iri, Kegetiran hidup berubah menjadi kemanisan terkutuk yang memalukan, sebuah kenikmatan yang berasal dari kesadaran kejatuhan diri yang sangat dalam setelah melewati halangan terakhir yang mengerikan.

Ketika kelebihan diri mendatangkan kekaguman dan tuntutan, kita disergap oleh perasaan bersalah bahwa kita tak lebih dari seorang penipu. Semakin hebat tanggapan diberikan semakin besar depresi yang kita rasakan sesudahnya. Terlebih ketika sumber kreativitas mengering, seiring dengan hilangnya daya itu, hilang pula dasar rasa percaya diri kita, sehingga sewaktu simtom depresi menyerang, tidak ada jalan keluar lain selain bergerak di pinggir kegilaan menuju jurang alienasi.

Menjadi pengeluh yang terlalu peka, lemah, kekanak-kanakan, serta narsis yang angin-anginan dan plin-plan, yang hanya menghargai sesuatu jika sesuatu itu sudah tidak ada lagi, bisa meredakan nyeri di jiwa. Namun tidak ada semangat yang tersisa, kecuali ratapan  “lebih baik terbakar habis, daripada memudar”.

Disadur dari :

  1. Danah Zohar, SQ
  2. MAW Brouwer, Kegelisahan Seorang Feminis
  3. Dostoyevsky, Catatan Dari Bawah Tanah
  4. Surat Kurt Cobain

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s