3 Langkah Mengatasi Harapan Tercabik

Siapa pun kita, sepanjang masih memiliki semangat hidup, berarti masih memiliki harapan. Esensi harapan bukan terletak pada apa yang diharapkan, tapi pada keberadaan harapan itu sendiri. Hidup tanpa harapan sama dengan menghuni ruang hampa, tanpa warna, tanpa makna. Tidak ada sedih, kecewa, lega, atau bahagia. Yang ada hanyalah ketiadaan. Hidup pun tak lebih dari proses menuju kerusakan, pembusukan, dan penguraian yang pintu masuknya kita namakan kematian.

Jika harapan membuat kita memiliki alasan untuk harus hidup, bagaimana ketika sumber kekuatan tersebut tercabik oleh kelicikan, tipu muslihat, pengkhianatan, pengingkaran, atau pengabaian?. Apa yang mesti kita lakukan?.

Pertama, yang pasti kecewa. Setelah itu, sekurangnya ada tiga kemungkinan :
1. Berupaya keluar dari kegelapan dan menyiasati kekecewaan
2. Bungkam merosot menuju kebisuan aneh yang menyesakkan dada
3. Meledak melakukan kekerasan yang memalukan

Jika pilihan kita jatuh pada kemungkinan ketiga, kita sedang memilih menjadi manusia yang lumpuh secara mental. Kita menjadi benar-benar bodoh di bawah pengaruh adrenalin.

Demikian pula dengan pilihan kedua. Hanya memanjangkan sumbu dinamit sebelum akhirnya meledak sebagaimana pilihan ketiga

Sedangkan kemungkinan pertama, meskipun tidak mudah untuk dibahas, membuka kesempatan untuk mengubah rasa kecewa, jengkel, atau amarah menjadi rasa ingin tahu, yaitu berupaya mencari penyebabnya. Kita tidak memposisikan diri sebagai hakim yang menilai, tapi sebagai ilmuwan yang ingin menemukan pokok masalah yang sesungguhnya. Kita membutuhkan kesabaran, berpikir proporsional, dan kecermatan. serta mengambil langkah :
1. Meluangkan waktu mengurai masalahnya. Redam emosi, karena mengedepankan emosi hanya mendorong kita bertindak cepat, dan umumnya ketergesaan jarang membuat kita bisa berpikir cermat.
2. Meskipun tidak ada aturan sederhana yang mengatakan masalah mana yang nyata, dan mana yang hanya khayalan, dan mana yang harus didahulukan, kita harus memutuskan masalah mana yang paling mengganggu yang harus diselesaikan lebih dulu
3. Merumuskan masalahnya dalam satu kalimat sederhana. Deskripsi yang berlebihan hanya akan mengaburkan masalah sesungguhnya

Harapan akan terus menyala hanya ketika kita selalu menyadari bahwa kita tidak hidup dalam kekosongan. Kekuatan sosial sangat berarti bagi setiap aspek hidup kita sehingga setiap model pengaruh apapun kualitasnya (mengecewakan atau melegakan) merupakan penyumbang kekuatan agar hidup kita tetap bermakna. Insyaallah!

Sumber bacaan : Patterson, Grenny, Mc illan, Switzler – Crutial Confrontations

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s