Eksistensi, Cinta dan Kreativitas

winnicott
Donald Winnicott
erich fromm
Erich Fromm

Eksistensi manusia bukan tentang keberadaannya saat ini, melainkan jalinan perkembangan dimana bagian kedua dipengaruhi bagian pertama. Perkembangan saat ini kelanjutan dari situasi masa sebelumnya sebagaimana bibit lebih penting daripada pohon dewasa. Masa pertama kehidupan pun (bayi) merupakan bagian paling penting dari proses terbentuknya eksistensi. Namun sebagaimana diungkapkan MAW Brouwer, permulaan kehidupan ini dijalani tanpa kesadaran kecuali kesadaran adanya orang terpenting, yaitu ibu.
Pemenuhan kebutuhan akan relasi positif berupa cinta dan perhatian dari ibu dan lingkungan, menciptakan rasa aman yang mendasar (basic security). Terganggunya proses tersebut, menurut Ronald Laing akan menghasilkan diri yang palsu (false self). Sementara Donald Winnicot menjelaskan tentang adanya tiga daerah pengalaman pada kehidupan awal. Pertama, dunia luar yaitu dunia benda-benda, orang yang ditemui sehari-hari. Kedua, dunia batin tempat bersemayamnya khayalan dan pikiran. Sedangkan pengalaman ketiga adalah bukan pengalaman riil, juga bukan pengalaman khayalan. Dunia pengalaman ketiga ini sering disebut sebagai dunia transisional, yaitu dunia permainan, kreativitas dan kesenian. Dunia ketiga ini merupakan derivat dari pengalaman bayi antara hal yang diingini dan realitas.
Bayi yang sejak lahir tidak dicintai tidak mampu menciptakan kesadaran ‘ke-kita-an’, kesadaran dua orang menjadi satu. Wajar bila banyak orang yang mengartikan cinta sebagai jatuh cinta, yaitu proses penyatuan dua hati. Namun sayangnya persitiwa hebat tersebut tidak berlangsung lama, seperti mainan yang mulai membosankan ketika dimainkan berulang kali. Erich Fromm, menyebut cinta sebagai hasil pelajaran, dan cinta adalah inti eksistensi manusia. Cinta adalah relasi timbalik balik antara yang mencintai dan dicintai. Di dalam cinta terkandung rasa tanggung jawab, rasa hormat, dan keinginan mengetahui. Rasa tidak aman karena gagal mendapatkan cinta (dari ibu) merupakan sumber dari segala macam anxiety, termasuk berhubungan dengan rasa malu dan rasa salah.
Pengalaman negatif yang diperoleh pada awal kehidupan tersebut, ketika dewasa dikompensasikan menjadi upaya menghindar dari rasa mengalami pengalaman negatif. Kegilaan merupakan satu bentuk corak tingkah laku yang bertujuan menghilangkan ‘rasa mengalami’ tersebut sehingga ketakutan bisa dihentikan. Jalan lain yang lebih konvensional adalah dengan cara menyibukkan diri dalam kegiatan pesta pora, kesenian, bermain musik, termasuk mengejar kekayaan dan gengsi.
Manakala saluran kompensasi tersebut tidak lagi mampu mengusir rasa takut akan kesendirian (terpisah dari yang lain), sebagaimana rasa kosong seorang pengarang karena kreativitasnya mulai mengering, maka simtom-simtom depresi mulai muncul. Bunuh diri bisa menjadi alternatif untuk menghilangkan rasa takut selamanya.

Sumber bacaan :
MAW Brouwer dan Myra Sidharta, Kegelisahan Seorang Feminis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s