Makna Hidup Diantara Kemauan dan Sehelai Uban

Usia manusia, sejak tangisan pertama terus menyusut. Proses ini berlangsung begitu lembut, tak terasa, tak teramati dan tak terhentikan. Rentang kodrati ini menciptakan apa yang disebut hidup, yaitu waktu yang bisa digunakan manusia untuk berbuat.

Menjaga kelangsungan hidup adalah proses tarik-menarik antara kemauan dan ketetapan. Tidak ingin menua, manusia melakukan berbagai upaya agar tidak disebut tua. Agar tetap eksis (meskipun sudah tidak ada), orang mendirikan monumen, mengadakan peringatan Manusia mengingkari dalam ketidakberdayaan atas apa yang tidak dikehendaki.

Al Qarni menceritakan, para raja bila melihat budak-budak mereka telah beruban akan membebaskannya. Keputusan para raja tersebut merupakan bentuk ketundukan (pangkuan) terhadap kodrat manusia yang bertambah tua, lemah dan akhirnya mati. Diceritakan pula tentang seorang pria yang saat bercermin langsung ingat perbuatan durhakanya, karena melihat sehelai uban tumbuh di janggutnya. Inipun (walaupun sebatas kesadaran) juga representasi pengakuan atas kodrat kemanusiaan.

Perilaku paradoks yang dikembangkan manusia, meskipun dilakukan secara sadar, pada dasarnya bukanlah pilihan dalam arti yang sesungguhnya. Perilaku tersebut  lebih tepat disebut upaya untuk menghibur diri, sebelum akhirnya menyerah pada kehendak kodrati. Sehelai uban di rambut atau janggut tidak akan kehilangan eksistensinya hanya karena terlapisi oleh cat penghitam rambut. Maut juga tidak akan berhenti mendekati manusia, hanya karena kecanggihan teknologi kesehatan. Pilihan yang sesungguhnya bukan terletak pada pengingkaran atau kepura-puraan, tapi pada penyerahan kepada kodrat.

Tidaklah tumbuh sehelai uban di rambut atau di janggut melainkan membawa pesan bahwa batas waktu kita segera habis.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s