Kelimpahruahan Zaman Batu

English: Nama Woman in Kalahari Desert, Namibi...
Woman in Kalahari Desert
(Photo credit: Wikipedia)

Suku nomad primitif seperti Kalahari serta suku-suku primitif lainnya, mengenal kelimpahruahan nyata meskipun menurut pandangan kita, mereka ‘miskin’. Orang-orang yang kita sebut primitif tersebut tidak mempunyai apa-apa sebagai milik pribadi, mereka tidak dihantui oleh obyek kehidupannya (barang komoditas), yang mereka pikirkan adalah bagaimana dapat berpindah ke tempat lebih baik. Yang mereka butuhkan bukan alat produksi, juga bukan pekerjaan. Mereka menikmati hidup dengan berburu dan memetik hasil, dan membagi semua hasilnya antar mereka. Mereka sangat royal, mengunsumsi sesuatu langsung habis, tidak pernah berhitung secara ekonomi, juga tidak ada stok. Mereka banyak mengandalkan tenaga manusia dan sumber daya alam, dan mereka banyak tidur.

Bandingkan dengan kita yang mengandalkan teknologi yang terus disempurnakan, sehingga sarana manusia semakin berkurang. Sering kita saksikan wajah putus asa karena rasa takut yang radikal sebagai akibat dari apa yang disebut ‘ekeonomi pasar dan persaingan yang merata’.

“keborosan kolektif’ seperti yang terjadi zaman kita, juga dilakukan oleh masyarakat primitif. Bedanya, masyarakat primitif benar-benar menikmati kelimpahruahan yang nyata. Sedangkan kita hanya memiliki tanda-tanda kelimpahruahan (tidak nyata). Kita mengartikan kekayaan atau kelimpahruahan berdasarkan timbunan (jumlah) materi, masyarakat primitif menikmati kekayaan didasarkan pada hubungan timbal balik yang konkret antar manusia.

Masyarakat primitif sangat mengerti arti ‘cukup’. Setelah tercukupi mereka pun segera istirahat, tidur. Itulah kelimpahruahan nyata. Apa yang kita saksikan saat ini bukanlah kelimpahruahan maupun keroyalan, tetapi kondisi yang selalu ‘membutuhkan’, ‘kekurangan’, ‘kelangkaan’ terus seumur hidup.

Bacaan : Masyarakat Konsumsi, Jean P Baurillard

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s