Memaknai Empat Jenis Kehidupan

Kehidupan terbagi menjadi empat, kehidupan benda, tumbuhan, hewan dan manusia.

Benda ‘mati’ seperti gunung, air, batu, pasir, tanah, udara, kehidupannya hanya sebatas proses bergerak dan berubah, fisik dan kimiawi. Manusia, hewan dan tumbuhan yang mati akan masuk dalam jenis kehidupan ini. Manusia menjadi mayat, binatang menjadi bangkai, pohon menjadi kayu, selanjutnya mengurai menjadi unsur kimiawi seperti oksigen, hidrogen, karbon, kalsium, fosfor, sulfur, natrium, dan seterusnya.

Tumbuhan untuk bisa hidup dan berkembang biak hanya membutuhkan lingkungan fisik seperti udara, sinar matahari, beberapa unsur kimiawi dalam tanah, air. Ketika terjadi badai, guyuran hujan atau sengatan sinar matahari, manusia  dan hewan akan bergerak menghindar mencari tempat berlindung. Tumbuhan hanya bisa diam terpaku, bertahan atau mati karenanya.

Akan halnya dengan hewan dan manusia, meskipun secara intuitif manusia dan hewan tidak berbeda jauh dalam mencari keamanan dan kenyamanan, namun secara potensial manusia memiliki kemampuan melampaui hewan. Manusia tidak akan merasa cukup hanya karena telah mendapatkan makanan, tempat tinggal, kesehatan serta dapat melangsungkan keturunan. Manusia membutuhkan sesuatu yang sama sekali tidak dibutuhkan oleh ketiga jenis kehidupan lainnya, yaitu makna.

Kebutuhan akan makna menjadikan manusia sebagai makhluk tidak berhenti hanya pada upaya meraih kepuasan biologis. Kerelaan mengorbankan diri demi keluarga, negara, kaum yang tertindas, atau sekedar memungut paku di tengah jalan, menjadi bukti bahwa manusia butuh makna. Manusia berselisih bukan tentang perlu tidaknya makna dipenuhi, tapi tentang cara memperolehnya. Insyaallah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s