Ketika orang bijak mengaduh

Pribadi bijak adalah oase di padang tandus penderitaan. Pengisi bejana kehampaan, pendekap jiwa-jiwa letih.

Tapi sesungguhnya,  pribadi bijak bukan gunung karang pemecah gelombang. Bukan tiang tegak di tengah guncangan gempa. Bukan pula hamparan bisu dalam amukan topan. Ia hanyalah pemburu makna

Di antara  ayunan takdir, kemalangan dan keberuntungan. Di bumi dan kolong langit yang sama berlaku satu ketetapan, untuk orang bijak maupun serangga. Penderitaan hanyalah selisih antara harapan dan kenyataan, keluh kesah dan kebersyukuran.

Saat penderitaan mendera, orang bijak tak tahu kemana harus mengaduh. Hanya kepada Allah segalanya terkatakan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s