Makna harapan yang tak kunjung terwujud

Tidak ada makhluk yang berkeluh kesah seperti manusia. Ketika harapannya pupus, tidak hanya menggerutu, tapi juga dengan mudahnya mengumbar berbagai prasangka terhadap Tuhan Yang Disembahnya.

Mengaitkan tingginya pendidikan dan ketaatan menjalankan perintahNya dengan perolehan materi atau kekayaan adalah tidak logis, karena tidak memiliki dasar kausalitas. Keduanya berada diatas jalur yang berbeda. Untuk dapat meraih kehidupan materi atau kekayaan, tidak ada cara yang lebih rasional dan efektif selain melalui keunggulan kompetitif berupa keahlian, kreativitas, kepraktisan, kecerdikan, kejelian, kecekatan, kegesitan, termasuk kekikiran dan keserakahan. Bukan dengan yang selainnya.

Jadi, kecuali mereka yang dibiarkan tersesat karena keingkarannya secara sadar, akan selalu membangun kesadaran bahwa terwujud tidaknya harapan manusia akan selalu berjalan selaras dengan KemahapemurahanNya. Manusia tidak akan pernah tahu, apakah kebaikan ada dalam kelapangan atau kesempitan, kelimpahruahan atau kesederhanaan, kekayaan atau  keterbatasan. Semua itu hanya bisa dipahami berdasarkan petunjuk perintah dan laranganNya, bukan menurut kehendak manusia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s