10 Mitos Introvert yang tidak terbukti kebenarannya

Sebagaimana yang dipahami secara umum,  introvert adalah pribadi minder yang tertutup, pemalu, penyendiri, kutu buku, selalu serius, dan aneh. Sekilas, kesan tersebut adalah benar adanya. Namun, setelah dilakukan pengkajian lebih dalam terhadap seorang introvert sebagaimana  ditulis Marti Olsen Laney lewat buku The Introvert Advantage: How to Thrive in an Extrovert World , apa yang selama ini dipahami hanyalah mitos. Jerry Brito seorang senior research fellow at the Mercatus Center at George Mason University and director of its Technology Policy Program memberikan gambaran 10 mitos tentang seorang introvert :

Mitos 1 : Introvert tidak suka bicara.

Ini tidak benar. Introvert hanya tidak bicara kecuali mereka memiliki sesuatu untuk dikatakan. Mereka benci berbasa-basi. Ketika mendapatkan topik pembicaraan yang menarik hatinya, para introvert tidak akan diam selama berhari-hari.

Mitos  2 :  introvert pemalu.

Rasa malu tidak ada hubungannya dengan menjadi seorang Introvert. Introvert tidak selalu takut orang. Apa yang mereka butuhkan adalah alasan untuk berinteraksi. Mereka tidak berinteraksi demi berinteraksi. Jika anda ingin berbicara dengan seorang Introvert,  mulailah mengajak berbicara, tanpa perlu merasa khawatir dianggap tidak sopan.

Mitos 3 : introvert kasar.

Introvert sering tidak melihat alasan untuk berbelit-belit dengan basa-basi sosial. Mereka ingin semua orang hanya menjadi nyata dan jujur. Sayangnya, hal ini tidak dapat diterima di kebanyakan rangkaian, sehingga introvert bisa merasakan banyak tekanan untuk menyesuaikan diri. Mereka merasa lelah.

Mitos 4 : introvert tidak suka orang.

Sebaliknya, introvert intens menghargai beberapa teman yang mereka miliki. Mereka dapat menghitung teman-teman dekat mereka di satu tangan. Jika Anda cukup beruntung memiliki teman seorang introvert, anda mungkin memiliki sekutu setia seumur hidup.

Mitos  5 :  introvert tidak ingin pergi keluar di depan umum.

Omong kosong. Introvert hanya tidak ingin pergi keluar di depan umum berbasa-basi. Mereka juga ingin menghindari komplikasi yang terlibat dalam kegiatan publik. Mereka mengambil data dan pengalaman yang sangat cepat, dan sebagai hasilnya, tidak perlu berada di sana berlama-lama, mereka segera siap untuk pulang.

Mitos 6 : introvert selalu ingin sendirian.

Introvert merasa sangat nyaman dengan pikiran mereka sendiri. Mereka berpikir banyak. Mereka berangan-angan. Mereka ingin mengatasi masalah, memecahkan teka-teki. Tapi mereka juga bisa merasa sangat kesepian jika mereka tidak punya siapa-siapa untuk berbagi penemuan mereka dengan orang lain. Mereka menginginkan koneksi otentik dan tulus dengan satu orang pada suatu waktu.

Mitos 7 : introvert yang aneh.

Introvert sering individualis. Mereka memang  tidak senang mengikuti orang banyak. Mereka lebih memilih hidup mereka dinilai berdasarkan cara-cara baru. Mereka berpikir untuk diri mereka sendiri dan karena itu, mereka sering menantang norma. Mereka tidak membuat keputusan hanya didasarkan pada apa yang populer atau trendi.

Mitos 8 : introvert adalah kutu buku menyendiri.

Introvert adalah orang-orang yang berorientasi ke dalam, akrab dengan pikiran dan emosi. Bukan karena mereka tidak mampu memberikan perhatian pada apa yang terjadi di sekitar mereka, hanya saja bahwa dunia batin mereka jauh lebih merangsang dan bermanfaat untuk mereka.

Mitos  9 : introvert tidak tahu bagaimana untuk bersantai dan bersenang-senang.

Introvert biasanya bersantai di rumah atau di alam, bukan di tempat umum yang sibuk. Introvert tidak tertarik pada hal-hal yang memacu adrenalin. Jika ada yang  terlalu banyak berbicara dan dianggap bising, mereka segera menutup diri. Otak mereka terlalu sensitif terhadap neurotransmitter yang disebut Dopamin.

Mitos  10 :  introvert dapat memperbaiki dirinya sendiri dengan  menjadi Ekstrovert.

Introvert tidak bisa “memperbaiki diri” dan mereka sudah selayaknya menghormati temperamen alami mereka sendiri sebagai kontribusi bagi umat manusia. Bahkan, satu studi (Silverman, 1986) menunjukkan bahwa persentase introvert dengan IQ tinggi meningkat.

Setelah mengetahui fakta yang sebenarnya tentang introvert, perlukah seorang introvert mengubah kepribadiannya?. Semoga bermanfaat.

sumber: http://www.stumbleupon.com/su/2fMytM/jerrybrito.org/post/6114304704/top-ten-myths-about-introverts?1d4ef638/

4 thoughts on “10 Mitos Introvert yang tidak terbukti kebenarannya”

  1. terima kasih…. tadinya saya berpikir ingin merubah perilaku saya sampai browsing2 diinternet tp setelah membaca tulisan ini saya mengurungkan niat tersebut. thanks a lot..

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s