Seonggok Daging Lembek yang Tinggi Angan-angan

Tidaklah sekali-kali, sebatang pohon tumbuh menjulang tinggi,

menjauhi akar, hendak menggapai langit,

melainkan berdiri di atas jalinan akar yang mencengkeram tanah

Manusia senang mendongakkan kepalanya

Merasa lebih tinggi dan mulia

Lupa kedua kakinya masih berdiri di atas tanah yang kelak akan menelannya

Ketika badai kehidupan datang menerpa,

menerjang kenyamanan, menebar kekhawatiran, dan mengikis harapan

ia pun bergegas menyebut nama Tuhannya

Kali ini, ia mendongakkan kepalanya bukan untuk mencari apa yang belum diraih,

juga bukan untuk meninggikan hati, mengagungkan diri

tapi untuk menengadah, menadahkan tangan mengakui kelemahan

Kakinya lunglai kehilangan pijakan,

Terjatuh ke tanah, bersimpu menghinakan diri

Tanpa ada keraguan, ia pun mengakui,

betapa tanpa Tuhannya,

ia tak lebih dari seonggok daging lembek yang tinggi angan-angan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s