Mengapa Kita Rindu Kampung Halaman ? (1)

Setiap kali memasuki bulan Ramadhan, selain diwarnai oleh semaraknya kegiatan keagamaan, juga selalu diidentikkan dengan persiapan melaksanakan “ritual’ tahunan, mudik ke kampung  halaman.

Lebih dari sekedar mengisi liburan, mudik-pulang kampung memiliki makna tersendiri bagi para pemudik. Bila kita bertanya, mengapa mudik?. Hampir dapat dipastikan para pemudik akan menjawab dengan hal yang sama, ingin bersilaturrahmi dengan keluarga dan berlebaran di kampung halaman. Bila kita tanyakan, mengapa mudik menyenangkan?. Lagi-lagi kita akan mendapatkan jawaban yang tak jauh berbeda, karena mudik bisa menjadi obat penawar rindu terhadap keluarga dan kampung halaman. Bila kita bertanya lagi, mengapa rindu terhadap kampung halaman?. Maka, tidak serta merta para pemudik menjawabnya.

Yang menarik untuk direnungkan bukan jawaban para pemudik, tapi tentang faktor penggerak yang menyebabkan manusia ‘rindu’ terhadap kampung halamannya.

Dengan sedikit renungan, kita pun segera mengetahui bahwa terdapat banyak hal yang tak terpisahkan antara diri kita dengan kampung halaman :

Kampung halaman adalah awal perjalanan sejarah hidup kita,

kampung halaman adalah tempat dimana kita tumbuh dan dibesarkan,

kampung halaman adalah tempat Ibu yang melahirkan kita,

dan di kampung halaman itu pula, kita ditakdirkan memulai hidup sebagai seorang manusia.

Sesungguhnya, pulang ke kampung halaman bukan tentang kenangan masa kecil. Juga bukan tentang orang-orang tercinta. Tapi tentang diri kita sendiri.

Jika setiap pohon selalu memendam kerinduan pucuk daun terhadap dahan, ranting, batang, akar dan biji, maka kerinduan seorang anak manusia terhadap asal-usulnya (disadari atau tidak)  tidak akan pernah berhenti sebelum ia bertemu dengan Pemberi Hidup.

Puncak ketentraman hati bukan ketika pulang kampung, berkumpul keluarga, maupun mendapatkan limpahan  materi, tapi ketika kita berada dalam asuhan Ar Rachman-Ar Rachim. Ketika kita berada dalam dekapanNya, seakan kita kembali mendiami tempat yang paling aman dan tentram, yaitu rahim ibu kita (mungkin karena itu pula tempat tinggal kita sebelum lahir ke dunia ini disebut ‘rahim’).

Selamat mudik !. Semoga bukan hanya selamat dalam perjalanan menuju kampung halaman, tapi juga selamat dalam mengarungi samudra kehidupan hingga berlabuh di pelabuhan akhir. Amin !

2 thoughts on “Mengapa Kita Rindu Kampung Halaman ? (1)”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s