Makna dibalik Tumbuhnya Rumput-rumput Liar

Seolah mengerti kehadirannya tak pernah ada yang menghendaki, tanpa berharap pujian, simpati, maupun uluran tangan, ia datang menantang mengintimidasi keindahan. Itulah rumput-rumput liar yang selalu tumbuh di halaman rumah.

Meskipun hidupnya selalu terpenggal oleh tebasan parang atau merangas terbakar herbisida, dengan semangat mati satu tumbuh seribu, rumput-rumput liar selalu hadir demi satu tujuan, menjadi bagian dari kehidupan ini !.

Demikian pula yang dilakukan oleh rumput-rumput liar kehidupan. Dalam wujud aneka kondisi yang tidak dikehendaki, berupa kegagalan, musibah, penyakit, kerentaan, dan kematian, selalu datang mengusik ketentraman. Tidak ada misi yang diembannya selain menyampaikan pesan bahwa kehidupan ini tidak pernah berhenti mengalir karena senyuman, juga tidak bergegas karena tagisan. Semua terikat ritme datang-pergi sebagaimana silih bergantinya hal yang diharapkan dan yang dihindari, siang dan malam, sukses dan gagal, lega dan gelisah, senang dan sedih, tua dan muda, sehat dan sakit, serta hidup dan mati.

Tapi meskipun demikian, tidak ada manusia (kecuali sedikit) yang bersedia menerima kehidupan sebagaimana adanya. Mereka lebih senang memandang sesuai dengan keinginannya. Sehingga, tidak mengherankan bila banyak manusia yang sulit menerima kegagalan, musibah, ketuaan dan kematian. Mereka terlalu bersemangat menyangkal fakta bahwa siapa pun dia, dengan terpaksa atau dengan taat, cepat atau lambat, pada akhirnya pasti tunduk dan berserah diri kepada ketetapan yang telah digariskan oleh Pemilik kehidupan ini.

Jika semua ini adalah kebenaran yang tak terbantahkan dan tak terelakkan, dengan logika mana lagi manusia mempertahankan kekerasan hatinya?

2 thoughts on “Makna dibalik Tumbuhnya Rumput-rumput Liar”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s