Dengan Apa Anda Mengukur Hidup ?

by catilla Art & Workshop

Sebagaimana yang sudah kita kenal, ada beragam ukuran yang tersedia yang bisa digunakan untuk berbagai keperluan. Ada satuan ukuran kilo, liter, meter, kubik, derajat, dan banyak lagi. Pertanyaannya, bukan anda menggunakan yang mana?. Karena kita bisa menggunakan semuanya sesuai dengan keperluan. Tapi, seberapa jauh anda mempercayai bahwa panjang satu meter di satu tempat sama dengan satu meter di tempat lain, satu kilo di daerah pegunungan sama beratnya dengan satu kilo di daerah pesisir, dan seterusnya?.

Tentu saja, kita semua, setidaknya sampai saat ini, masih percaya dan menggunakan satuan ukuran tersebut untuk berbagai keperluan. Pernahkah anda terpikir bahwa satu meter sebuah penggaris stainles di daerah gurun, panjangnya sama persis ketika di ukur di daerah kutub?. Bukankah logam bisa memuai dan menyusut?.

Yang perlu kita renungkan disini bukan bagaimana cara mendapatkan ukuran yang presisi ?, karena semua itu telah terjawab lewat kemajuan teknologi. Yang perlu (atau harus) kita tanyakan, adalah dengan apa kita mengukur hidup kita agar kita benar-benar mendapat ukuran yang benar?.

Seperti halnya berbagai macam ukuran yang telah disebutkan di atas, ukuran hidup pun juga beragam. Ada yang disebut jumlah kekayaaan, prestasi akademik, integritas moral, legalitas, produktivitas, kapabelitas, dan lain sebagainya. Sebagaimana ketika mengukru benda-benada, kita pun menggunakan ukuran tersebut sesuai dengan peruntukkannya. Lalu, ketika kita ditanya sejauh mana anda mempercayai bahwa ukuran tersebut telah mewakili kebenaran?.

Untuk mendapatkan ukuran benda dengan presisi atau benar, kita bisa mengandalkan teknologi. Untuk mendapatkan ukuran hidup yang benar, apakah kita juga mengandalkan teknologi?. Teknologi berguna hanya untuk menentukan mana yang benar, bukan mana yang baik. Sementara kebenaran ukuran hidup bukan hanya harus benar, tapi juga harus baik.

Kalau melihat realita yang ada, kita mengukur hidup lebih berpegang pada ukuran mana yang benar, sedangkan untuk ukuran kebaikan kita tidak terlalu menggunakan, kecuali hanya sebatas basa-basi menjaga kesopanan dan pencitraan.

Peraturan, hukum yang berlaku, kontrak perjanjian, konvensi, atau apa pun namanya, substansinya lebih menekankan pada dimensi “benar” semata. Maksudnya, bila semua yang dilakukan sesuai dengan ukuran (aturan main) yang berlaku, bagaimana pun kondisi atau apa pun hasilnya, berarti benar!. Sementara kita tahu, berapa banyak peraturan atau aturan main yang benar-benar didedikasikan untuk melindungi kepentingan semua orang, dan berapa banyak yang dilahirkan lewat pertarungan kepentingan, dimana faktor kekuasaan, kepintaran, dan kekayaan, sangat mempengaruhi siapa yang bakal menjadi pemenangnya.

Jika demikian kenyataannya, dengan apa sebaiknya kita mengukur hidup?. Pernahkan anda tergerak untuk melepaskan diri dari kungkungan jaman, dan berupaya mencari ukuran hidup yang (benar-benar) benar?. Jika anda mau mencobanya, niscaya akan anda dapati ukuran Yang Maha Benar. Karena, sesungguhnya kebenaran itu hanya datang dari Tuhan. Tak perlu ada keraguan sedikit pun!. Insyaallah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s