Manusia terbelah diantara ukuran salah

in the shadow of the night (oil painting by catilla)

Terlalu banyak yang bisa kita saksikan. Terlalu banyak yang kita pahami. Dan terlalu banyak yang tidak kita mengerti. Semua itu tentang perilaku manusia dengan kepribadian terbelahnya.

Manusia tak lagi merasa nyaman dengan keutuhan dirinya. Manusia terlanjur senang menikmati keterbelahannya. Dengan diri yang tercerai manusia membangun mimpinya. Sehingga, manusia terbelah tidak hanya ketika berperilaku nyata, tapi juga dalam merajut  idealismenya.

Berpangkal dari keterbelahan itu, manusia mengakrabkan dirinya dengan perilaku paradoks. Berbuat maksiat sambil merasa beriman, menyayangi sesama sambil menghisapnya, memelihara lingkungan sambil merusaknya, merasa mulia dan bangga dengan hasil kejahatan.

Jangan berharap bisa mengerti, mengapa manusia berperilaku seperti itu, sebelum memahami arti ukuran sebuah kesuksesan.  Sebagaimana tabiat aslinya, manusia tidak akan berperilaku kecuali demi mencapai suatu tujuan. Dengan berperilaku paradoks manusia merasa menemukan manfaat. Dan pembenaran  atas perilaku tersebut  tidak diproleh kecuali berdasarkan kalkulasi untung- rugi materi.

Praktik renten, meskipun diakui tidak adil, tetap diterima sebagai bagian dari sistem perekonomian. Karena selain diyakini mampu menggerakkan roda perekonomian lewat transaksi simpan-pinjam, juga dianggap bisa menciptakan lapangan kerja yang menguntungkan (bagi renternir). Dengan mengatasnamakan peningkatan mutu pendidikan, praktik komersialisasi sekolah dalam berbagai versinya marak dimana-mana. Demi alasan memacu kreativitas, siapa saja boleh mengekspresikan diri semaunya asalkan secara ekonomis tidak merugikan orang lain.

Yang menjadi ukuran mereka hanya manfaat yang bisa diangkakan, materi  !. Sedangkan yang berkaitan dengan keberkahan, kerusakan akhlaq, dan lunturnya keimanan, dianggap bersifat relatif, subyektif, tidak bisa dihitung. Dan oleh karenanya tidak patut diperhitungkan.

Mereka pun menjadi manusia  terbelah karena salah memilih ukuran.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s