Produktivitas Diri Fundamental

Modal utama manusia dalam menjalani dan meraih tujuan hidup, menurut imam Al Gazali (Bidayatul Hidayah), adalah waktu. Tanpa ada waktu, semuanya tidak ada artinya. Waktu adalah modal fundamental yang mendasari modal-modal lainnya.

Terhadap modal yang tak bisa kembali atau tak tergantikan ini, Al Gazali mengingatkan hendaknya kita mencoba mengkalkulasi berapa waktu yang benar-benar bisa kita manfaatkan sebagai modal untuk meraih tujuan hidup. Atau dengan kata lain, seberapa besar kita mampu memproduktifkan diri berdasarkan modal berharga yang kita miliki.

Semua makhluk hidup, termasuk manusia, mendapat jatah modal waktu sama, sebanyak 24 jam sehari. Jika usia kita 30 tahun, setelah usia pra akhil baliq (sekitar usia 12 tahun) dimana kita belum dituntut tanggungjawab, maka waktu yang siap untuk diproduktifkan tinggal 18 tahun.  Dari waktu sisa tersebut masih harus dikurangi kegiatan yang wajib kita lakukan, namun tidak bisa untuk berkarya, yaitu tidur sebanyak 8 jam per-hari dari 24 jam waktu yang tersedia. Artinya 1/3 waktu kita  untuk tidur. Kalau sisa waktu 2/3 per hari kita kalikan dengan sisa waktu yang bisa untuk berkarya 18 tahun, maka hasilnya tinggal 12 tahun saja.

Sekarang kita tahu ternyata waktu yang benar-benar siap diproduktifkan dari usia 30 tahun hanyalah 12 tahun, bukan 30 tahun.  Itu pun kalau kita bisa memanfaatkan secara maksimal.

Bagaimana dengan waktu anda ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s