Ketika Penderitaan Kehilangan Sengat

Pada awalnya penderitaan adalah sepenggal nasehat sampai kemudian benar-benar hadir berujud kemiskinan. Setiap kali menyaksikan, setidaknya yang sering disajikan media massa, selalu terdengar fasih dan lantang bahwa kemiskinan harus dienyahkan, karena selain menjadi biang kerawanan sosial, juga ‘mengotori’ pemandangan. Kemiskinan mengganggu dan mengancam.

Namun, ketika sudah familier karena memapar dimana-mana, ia pun kehilangan sengatnya. Kemiskinan tak jauh berbeda dengan langit, sinar matahari, jalan, mobil, rumah, pohon serta pemandangan sehari-hari lainnya. Kemiskinan terlihat begitu alami dan tak perlu diapa-apakan.

Slogan bahwa hidup adalah pilihan sebagaimana memilih menu makanan, termasuk memilih menjadi kaya atau miskin, menyediakan ruang ideal bagi keterlanjuran ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s