Idealisme Tergadai

klik e-book free (photo sudut kota Bandung : by Yusran)

Hidup di tengah terpaan gelombang jaman yang tidak memberi tempat kecuali berdasarkan kebermanfaatan materi, menjadikan hidup tidak memiliki pilihan selain mengikuti kemana arus mengalir atau tersingkir karenanya.

Bila kita memutuskan mengikuti arus, kita pun harus menyiapkan diri menghadapi konsekuensi-konskuensinya. Kita akan masuk dalam sebuah pusaran dunia persaingan dan pencapaian tanpa henti, akan digiring memasuki arena perlombaan kemuliaan diri, akan ditarik masuk ke dalam barisan para pemuas diri, akan berebut berjalan paling depan, akan terus berupaya keras menjadi manusia yang memiliki ini dan itu, serta akan…akan…lainnya yang kesemuanya dibangun di atas satu landasan, materi !.

Sedangkan pilihan menentang arus, kalau tidak boleh disebut nekat, maka keputusan ini jauh lebih menantang. Bagaimana tidak ?, dengan pilihan itu kita harus rela diposisikan sebagai manusia rata-rata yang tidak terlalu diperhitungkan, dipandang sebelah mata, dan terabaikan dari percaturan peran. Singkatnya kita akan diketegorikan sebagai manusia yang tidak sukses alias gagal !.

Diantara dua pilihan tersebut, hampir dapat dipastikan, kita akan cenderung memilih mengikuti arus meskipun dengan cara mengutang. Pertimbangannya, meskipun kita gagal, setidaknya kita tidak akan dicap sebagai manusia aneh, manusia tidak lazim yang berbeda dengan  orang pada umumnya.

Sebuah idealisme idealnya dibangun di atas kebenaran yang kita yakini, bukan berdasarkan selera umum atau banyaknya orang yang menganut. Tapi apa boleh dikata, manusia adalah makhluk rapuh yang banyak kemauan. Manusia bisa bertahan dengan kayakinannya, tapi sejauh mana ia mampu bertahan bila hantaman gelombang jaman datang silih berganti merasuki setiap sendi kehidupan, tak ada jaminan pasti. Sementara kita harus hidup di dalamnya. Sebagai alternatifnya, agar idealisme tidak pupus di tengah jalan, adalah menggadaikannya sambil berharap suatu saat akan  menebusnya kembali ketika jaman berubah…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s