Kebutuhan untuk dibutuhkan

Kita mungkin temasuk orang yang berpandangan bahwa tujuan hidup adalah mendapatkan ketenangan dan ketentraman. Kita beranggapan bahwa ketenangan dan ketentraman hidup adalah puncak pencapaian. Tapi, dalam waktu yang sama juga tidak menampik bila dikatakan bahwa ketenangan dan ketentraman hidup tidak menjadikan kita merasa sudah terpenuhi semuanya. Bahkan pada taraf tertentu, ketenangan dan ketentraman justru menjadikan hidup kita terasa datar, tanpa warna dan tanpa makna yang berarti. Dan dengan alasan itu pula, banyak orang secara sengaja melibatkan diri dalam aktivitas beresiko sehingga menciptakan tantangan dan rasa keterancaman. Demi mendapatkan warna hidupnya, mereka bersedia menjelajah alam, mendaki gunung, mengarungi samudra, atau memberikan dukungan kepada gerakan-gerakan perlawanan terhadap suatu rezim atau tatanan hukum.

Tercapai-tidaknya tujuan hidup seseorang tidak cukup hanya diukur berdasarkan mampu-tidaknya ia meraih ketenangan dan ketentraman hidup. Ketenangan dan ketentraman hanyalah pemenuhan kebutuhan berdimensi individual, subyektif, hanya bertumpu pada nilai-nilai ideal pribadi. Ketenangan dan ketentraman hidup tidak menjadikan seseorang berhenti bertanya tentang makna hidupnya. Pencarian makna hidup tidak bisa diselesaikan hanya dengan mengandalkan ketenangan dan ketentraman hidup. Keberatian hidup bisa dirasakan seseorang manakala kebutuhannya menjadi manusia yang dibutuhkan terpenuhi.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s