Kekalahan Sempurna

Sering dijanjikan bahwa keadilan, kemakmuran, dan kemurahan hati menjamin terwujudnya harapan akan masa depan. Namun yang terjadi, keserakahan, kelicikan dan kesewenang-wenangan dibiarkan merenggut semua itu.

Kehidupan pun tak lagi menawarkan banyak pilihan. Menang dalam kejayaan atau tersisih bersama keruntuhan. Idealisme kehidupan yang hakiki diterlantarkan, hanya menjadi obat penawar rindu dalam ritual seremonial.  Makna keikhlasan, ketulusan, dan keluguan dijungkir balikkan menjadi kelemahan, kekalahan dan ketidakberdayaan. Kecuali hanya sebagian kecil, mereka tak mampu lagi membedakan kesederhanaan dan kehinaan, keunggulan dan kelicikan, kemuliaan dan keangkuhan.

Ini semua tentang dunia pencapaian tanpa henti, perlombaan tanpa garis finish. Tidak ada yang lebih layak untuk dikejar selain tingginya tumpukan materi dan harga diri. ‘Memiliki’ adalah ‘menjadi’, oleh karena itu biarlah pintu-pintu keserakahan mengangah seperti liang kubur yang siap menelan apa saja.

Diantara sorak sorai para pemenang lomba, orang-orang kalah asyik menghibur diri dengan racun makna bahwa kekalahan adalah keberhasilan yang tertunda, ujian dalam perjuangan, hikmah tersembunyi, atau suratan takdir !.

Rupanya mereka bukan hanya gagal menang, tapi juga gagal melihat kebenaran. Tidak bisa membedakan mana lomba mana sandiwara, mana persaingan mana persekongkolan. Mereka tetap merasa kekalahannya bermakna. Benar-benar kekalahan yang sempurna.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s