Kegilaan Berguna

Kurt Cobain

Untuk menentukan normalitas periaku seseorang biasanya dihubungkan dengan norma atau etika yang berlaku umum. Dengan kata lain, normal-tidaknya perilaku seseorang tidak bisa dilakukan dengan serta merta, mengingat hal tersebut berkaitan erat dengan  masing-masing budaya. Di Amerika, “diam” bisa dianggap kurang senang. Di Timur, “diam” diartikan menghormati yang lebih tua.

Disisi lain, terhadap mereka yang ‘luar biasa’  yang berbeda dengan kebanyakan orang seperti atlit, seniman atau ilmuwan yang mendunia, dapat dipastikan tidak akan disebut sebagai bentuk ketidaknormalan ( perilaku abnormal). Mereka justru mendapatkan apresiasi, bahkan tidak jarang ditokohkan sebagai sosok idola, sebagaimana yangErnest Hemingway's 1923 passport photo terjadi pada para bintang lapangan sepakbola.

Namun demikian, berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan kepada mereka yang berperilaku “luar biasa” tersebut, menunjukkan adanya potensi ketidakstabilan mental dibalik prestasinya yang luar biasa tersebut. Felix Post (1994) menebitkan survey kepribadian di jurnal The British Jour-nal of Psychiatry terhadap 291 pria terkemuka dalam kurun waktu 150 tahun terakhir dari berbagai profesi, menunjukkam adanya korelasi antara keunggulan kreatif dengan ketidakstabilan mental. Potensi ancaman ketidakstabilan mental berdasarkan ketegori profesi digambarkan sebagai berikut :

Ilmuwan 42,2 %

Pemusik 61,6 %

Negarawan 63 %

Seniman 75 %

Cendekiawan 74 %

Pengarang 90 %

Penelitian lainnya dilakukan oleh Psikiater Kay Redfield Jamison.Berdasarkan survey

Jim Morrison

yang dilakukannya terhadap seniman seperti William Blake, Lord Byron, Dylan Thomas, Virginia Woolf, Ernest Hemingway, menunjukkan beberapa diantaranya pernah lama dirawat di rumah sakit jiwa, dan yang lainnnya, terutama penyair dan pengarang, mengakiri hidupnya dengan bunuh diri.

Apa yang terjadi pada musisi Kurt Cobain, Jim Morrison, Jimmy Hendrix, serta sastrawan Inggris Virginia Woolf dimana hidup mereka berakhir dengan tragis, semakin memperkuat kesimpulan penelitian para ahli tersebut.
Fenomena ini digambarkan dengan bagus oleh  MAW Brouwer dan Mira Sidharta (1989) dalam buku  Kegelisahan Seorang Feminis – Sosok Virginia Woolf. Brouwer dan Sidharta mengatakan bahwa sebagaimana dunia yang terbagi atas dunia luar, yaitu dunia benda-benda dan orang-orang yang kita temui sehari-hari. Dunia batin tempat bersemayamnya khayalan dan pikiran. Dunia ketiga adalah bukan alam riil maupun khayalan. Dunia ini disebut realitas transisional, yaitu dunia permainan, kreativitas, dan kesenian. Dalam dunia ketiga itulah  Virginia Woolf mendiami alam eksistensialnya. Suatu waktu kakaknya Vanessa mengeluh, bahwa ia diganti dengan suatu kepribadian khayalan hasil rekaan adiknya, dan Virginia sering melihat Vanessa berdasarkan gambaran khayalan, bukan sebagai pribadi yang nyata. Beberapa kali Virginia menderita serangan kegilaan, dan lebih dari satu kali dilaporkan melakukan percobaan bunuh diri. Badan psikis Virgnia adalah badan yang rusak. Kondisi ini menimbulkan rasa minder yang tak terhingga. Dia tidak lagi sanggup merespons lingkungannya dengan positif. Karena orang di sekitarnya tidak menghormati dia, wanita yang pernah gila. Buku yang ditulisnya bukan sekresi badan seperti keringat atau air liur. Buku dilahirkan badan fenomenal dalam suatu proses yang tidak kalah menderita dibanding dengan sakit seorang ibu yang melahirkan bayinya. Virginia sangat peka terhadap kritikan atas karyanya, namun Virginia tanpa sadar telah berusaha menyelamatkan jiwanya dengan mengarang, meskipun akhirnya harus menyerah dengan mengakhiri hidupnya terjun ke sungai Osse.

Para ahli (Zohar, 2000) menyebut fenomena “abnormal” ini sebagai kegilaan berguna, bukan hanya menimbulkan penderitaan berat, tetapi juga kreativitas yang luar biasa.

41 thoughts on “Kegilaan Berguna”

  1. NAMA ARIYANTO
    NIM: 09 20 1278
    STIKES CAHAYA BANGSA BANJARMASIN

    Abnormalitas atau perilaku abnormal jika di kaitkan dengan nilai – nilai budaya masyarakat ?

    Menurut saya perilaku abnormal setiap masyarakat memiliki norma atau standar yang menentukan jenis perilaku yang dapat diterima dalam beragam konteks tertentu. Perilaku yang dianggap normal dalam satu budaya mungkin akan dipandang abnormal dalam budaya lainnya.
    Namun demikian, mengukur kenormalan perilaku berdasarkan norma atau aturan yang berlaku dalam budaya perlu kehati-hatian, sebab norma-norma tersebut merefleksikan standar yang relatif, belum tentu mewakili kebenaran universal.
    Perilaku terbuka dan bebas mengekspresikan diri di tempat umum bisa dianggap normal di Amerika dan Eropa, namun akan dianggap bermasalah di sebagian negara Asia.
    Implikasi lain yang munculadalah tendensi untuk menandai mereka yang tidak patuh (nonkonformis) sebagai orang yang terganggu secara mental, perilaku yang tidak disukai sebagai perilaku “ sakit ” atau abnormal.
    Salah satu indikasi perilaku yang dianggap tidak normal adalah adanya perbedaan, di luar kelaziman pada umumnya. Namun untuk menentukan, apakah perilaku seseorang tersebut abnormal atau normal, tidak bisa dilakukan dengan serta merta mengingat pengertian lazim dan umum sangatlah relatif. Tergantung ukuran yang digunakan, dan hal itu akan selalu berhubungan dengan tata nilai-nilai budaya atau keyakinan yang berlaku di masyarakat.

    Abnormalitas atau perilaku abnormal jika dikaitkan dengan prestasi?

    Disisi lain, atlit, seniman atau ilmuwan yang berhasil mengukir prestasi tingkat dunia, yang pada dasarnya merupakan perwujudan dari perilaku yang tidak lazim, tidak dikategorikan sebagai perilaku abnormal. Atlit, seniman atau ilmuwan yang berprestasi justru mendapatkan apresiasi, bahkan tidak jarang ditokohkan sebagai sosok idola, sebagaimana yang dialami para bintang lapangan sepakbola.
    Diantara perilaku abnormal, nilai-nilai yang digunakan untuk mengukur perilaku seseorang, serta bentuk-bentuk prestasi luar biasa, telah dilakukan penelitian terhadap orang-orang yang berprestasi. Hasilnya menunjukkan bahwa dibalik prestasi luar biasa yang berhasil dicapai seseorang, tersimpan potensi ketidakstabilan mental.
    Kita seharusnya sangat menghargai prestasi yang dicapai oleh atlet yang mempunyai kekurangan fisik misalkan pada kejuaraan Asian Paragames yang dilaksanakan di Jakarta
    bulan desember 2011.

    TERIMA KASIH

    Suka

  2. Menurut saya prilaku abnormal atau normalnya seseorang tergantung atau disesuaikan kebudayaan setempat dan juga bisa beradaptasi secara seimbang dengan alam lingkungannya

    Suka

  3. Assalamualaikum… menurut sy normal atau Abnormalnya prilaku seseorg t’gntg adat dan budaya suatu daerah. Contohnya pd abad pertengahan kepercayaan tntg penguasa o/roh jahat, yg meyakini bhw prilaku Abnormal mrpkan s/ tanda kerasukan o/ roh jahat atau iblis,khususnya d daerah pdlman, mslx ada seseorg yg d rantai kakiny krn d anggap gila. Oleh krn klga meyakini bhwa org d diami oleh roh jht lalu mrka mlkukan pngusiran roh jht dg cr: mengayun ayunkan tnda salib, memukul,mencambuk dan bhkan mmbuat korban jd kelaparan, apa bila korban msh mnunjukan prilaku Abnormal mk akan ada pengobatan yg lbh kuat, sprti penyiksaan dg peralatan tertentu. Itu lh cnth tndkan Abnormal yg d anggap Normal o/suatu masyarakat tertentu. mksh!

    Suka

  4. Assalamualaikum… menurut sy normal atau Abnormalnya prilaku seseorg t’gntg adat dan budaya suatu daerah hngga mnjd suatu kebiasaan, sprti minum minuman keras.

    Suka

  5. Prilaku Abnormal sangat berpengaruh besar dengan Budaya,
    Budaya membentuk cara bagaimana orang melihat dunia. Ia berpengaruh atas bagaimana kita berpikir, bertindak, yang dijunjung tinggi ( Atasan, Boss, dll ) berbicara, organisasi-organisasi yang dibentuk, ritual yang diselenggarakan, hukum yang dibuat, apa dan bagaimana yang kita sembah, apa yang kita makan, apa yang kita pakai, dan apa yang kita sebut sebagai buruk dan baik.
    Budaya di dunia sangat bervariasi. Budaya, bagi penganutnya, adalah “normal”
    ataupun “lebih baik” ketimbang budaya yang dianut pihak lain. Terkadang seseorang yang memasuki budaya berbeda akan mengalami ” culture shock” atau kejutan budaya. Contonya ~ Diam Bagi Negara ASIA Emas akan tetapi bagi Negara Eropa tibak baik, ~ Cara Berpakaian Seseorang Suku Jawa akan terkejut manakala ia melihat cara berpakaian Suku Dani di Pedalaman Papua yang masih menggunakan koteka.
    Berkaitan dengan Abnormalitas yang menghasilkan Kreavitas atau Prestasi
    Seperti yang pernah kita lihat Kumpulan-kumpulan anak-anak Geng Motor yang berada di daerah Berbeda-beda mereka kebanyakan Tampil dengan Gaya Motornya yang merobah bentuk aslinya Contohnya Vesfa, dan sejenisnya mereka tak akan berhenti merobah apabila sudah mencapai apa yang meraka inginkan timbullah kreativitas yang bagi mereka sangat luar biasa, Jadi menurut saya Kreativitas sangat dipengaruhi oleh adanya Keinginan, Prasarana, kemauan dan memutuskan apa yang mereka Ambil menjadikan Sesuatu Keinginan mereka dapat tercapai.

    Suka

      1. Terima kasih juga Pak atas apa yang telah Bapak berikan kepada kami Khususnya saya mendapatkan ilmu yang sangat bermanfaat dalam menjalankan tugas sebagai Perawat dimana beraneka ragam nya pasien yang dihadapi menjadikan saya mengerti akan Pentingnya Ilmu Prilaku yang Bapak berikan selama ini…., Terima kasih Pak Semoga Bapak masih mau memberikan Ilmunya walau tidak secara langsung…

        Suka

  6. kita hidup terdapat berbagai macam adat dan budaya.disisi lain prilaku dapat diterima disisi lain tdk dapat diterima.jadi dalam kita menilaiperilaku tersebut perlu berhati hati.karena kalau kita lihat sendiri perilaku dalam suatu budaya belum tentu menerima kebenaran yang luas ,sebab ada beberapa adat yg tdk dapat menerimanya contohnya di daerah padang dimana pengantin wanita yg membayar mas kawin/jujuran. dari segi prestasi ilmuan maupun atlet yg berprestasi akan mendapatkan penghargaan maupun apresiasi bahkan menjadi idola.sebagaimana bintang pebasket.kalau kita lihat dibalik prestasinya terdapat ketidak stabilan mental perilaku yang tidak lazim pebasket menjadi sombong ,marah bila di kritik,haus perhatian ,kurang memiliki empati.terimakash

    Suka

  7. prilaku abnormal bila di hubungkan dgn nilai2 budaya tergantung dr individu utk memahami dan melaksanakan bahkan melestarikan budaya itu. sebagai contoh…saya berasal dr suku dayak maanyan…prnh melihat secara langsung acara adat budaya saya seperti acara “IJAME “…di situ sgt kental dgn adat kesukuan dayak yg sangat di percaya bahkan dilestarikan sampai sekarang…” IJAME ” adalah merupakan salah satu acara pengangkatan tulang2 para leluhur yg sdh mati dan di bakar dgn tujuan utk menghormati dan mengantar para arwah leluhur ke SORGA…namun sgt di sayangkan setiap acara itu dilaksanakan selalu disertai dgn perjudian akbar, bagi saya itu sdh mengurangi nilai2 kesakralan dr acara itu dan menurut saya itu mgk bisa di golongkan dlm prilaku abnormal., di samping dilaksanakan, di lestarikan, tp slalu di artikan hrs di sertai dgn perjudian.
    Dari cth di atas, bila di hubungkan dgn prestasi patut di banggakan, karena adat budaya trsbt mampu di jaga dan di lestarikan sampai ke anak cucu, dan bahkan sampai skrg pun msh ada. Terima Kasih.

    Suka

  8. Prilaku Abnormal bila di hubungkan dgn nilai2 budaya itu sbnrnya sgt tergantung dan berpengaruh trhd seseorg dlm melaksanakan budaya itu.
    Sebagai contoh…saya prnh mendgr cerita dr teman ttng salah satu adat budaya suku dayak yaitu “ARUH “…” ARUH ” merupakan suatu acara bila setelah panen, atau membersihkan pusaka, atau jg pembersihan rumah adat besar, dgn tujuan sbg ungkapan syukur. Namun jg kalau tdk salah kadang di sertai dgn perjudian karena acara itu konon membutuhkan waktu selama 1 bln. Dan bagi saya hal itu mgk bisa mengurangi nilai2 budaya yg terkandung di dlm nya ( Prilaku yg Abnormal ). Namun di samping itu patut di banggakan karena budaya trsbt mampu di lestarikan sampai skrg, dan itu merupakan prestasi yg patut di banggakan.

    Suka

  9. menurut saya prilaku abnormal dihubungkan dgn kebudayaan sah-sah saja,karena dlm setiap daerah dan antar negara berbeda beda kebudayaan dan kebiasaan melakukan sesuatu yg dianggap tidak normal bagi yang baru melihat atau merasakannya,tapi bagi yg mempunyai kebudayaan tersebut dianggap bisa saja,dan itu dianggap suatu kemuliaan atau juga kebanggaan bagi daerah atau negara tersebut. contohnya .: seperti negara-negara barat yang berjemur dipanas matahari dengan pakaian yg kita anggap tidak pantas atau tidak normal bagi yg melihatnya,tapi bagi org-org dsn biasa saja.,kebudayaan negara cina perayaan barongsai..perayaan perang tomat hasil panen dinegara barat dan lain -lainnya seperti komentar teman-teman diatas…

    prestasi olahraga dalam suatu buadaya adalah olah raga sumo di jepang,semakin besar badan seseorg semakin besar peluang untuk menang bertarungnya….dan bagi org ter sebut sangat membanggakan punya badan besar…

    Suka

  10.  Perilaku abnormal yang sering dilakukan sebagian orang kadang-kadang bisa dikatakan perilaku normal karena sesuai dengan adat istiadat mereka akan tetapi kalau dilihat oleh orang lain itu bisa dikatakan abnormal.
     Salah satu contoh atlet atletik yang larinya memecahkan rekor yang terdahulu, kalau boleh saya berpendapat itu tidak bisa dikatakan Perilaku Abnormal karena sikap yang dilakukannya itu berdasarakan latihan yang bertahap-tahap bukan yang sesaat.

    Suka

  11. Perilaku seseorang atau masyarakat sangat terpengaruh oleh nilai -nilai kebudayaan atau tradisi daerah setempat.Prilaku seseorang dengan orang lain berbeda.Dari perilaku seseorang dapat mencerminkan daerah asal.Prilaku dikatakan abnormal bila dalam pandangan orang lain tidak sesuai dengan tradisi lingkungan setempat,tapi bila berada dilingkungan daerah asal merupakan hai yang wajar atau biasa saja,seperti perilaku masyarakat banjar pinggiran sungai yaitu adat melabuh sesajen kesungai.
    Sedangkan perilaku abnormal yang berhubungan dengan prestasi yaitu atlet wanita angkat berat.

    Suka

  12. Menurut saya perilaku abnormal yang dilakukan oleh sebagian orang tergantung atau disesuaikan dengan kebudayaan setempat misalnya saja di daerah kita yaitu acara adat banjar bamandi-mandi ibu hamil tujuh bulanan yang bertujuan agar nantinya ibu melahirkan dengan selamat dan perilaku abnormal dibidang prestasi seperti atlit gulat yang mereka lakukan dengan sungguh-sungguh demi suatu medali walaupun badannya sakit terhempas dan juga bisa mengakibatkan cedera.

    Suka

  13. PERILAKU ABNORMALITAS DITENTUKAN DGN MEMPERTIMBANGKAN KONTEKS SOSIAL DIMANA PERILAKU TERSEBUT TERJADI ,JIKA PERILAKU SESUAI DGN NORMA MASYARAKAT BERARTI NORMALSEBALIKNYA JIKA BERTENTANGAN BERARTI ABNORMAL .KRITERIA INI MENGAKIBATKAN DEFINISI ABNORMAL BERSIFAT RELATIF TERGANTUNG PD NORMA MASYARAKAT DAN BUDAYA PD SAAT ITU ,MISALKAN HOMOSEKSUAL MERUPAKAN PERILAKU ABNORMAL .ADAPUN PERILAKU ABNORMAL THD PRESTASI SANGATLAH BAIK JIKA HAL ITU TDK MENIMBULKAN PENDERITAAN DAN KESENGSARAAN THD INDIVIDU ATAU ORANG LAIN ,MISALNYA :SELALU JUARA DLM PERTANDINGAN OLAHRAGA .

    NAMA : SARI HASTUTI
    NIM : 10201551
    STIKES CAHAYA BANGSA BANJARMASIN

    Suka

  14. PERILAKU ABNORMALITAS DITENTUKAN DGN MEMPERTIMBANGKAN KONTEKS SOSIAL DIMANA PERILAKU TERSEBUT TERJADI ,JIKA PERILAKU SESUAI DGN NORMA MASYARAKAT BERARTI NORMALSEBALIKNYA JIKA BERTENTANGAN BERARTI ABNORMAL .KRITERIA INI MENGAKIBATKAN DEFINISI ABNORMAL BERSIFAT RELATIF TERGANTUNG PD NORMA MASYARAKAT DAN BUDAYA PD SAAT ITU ,MISALKAN HOMOSEKSUAL MERUPAKAN PERILAKU ABNORMAL .ADAPUN PERILAKU ABNORMAL THD PRESTASI SANGATLAH BAIK JIKA HAL ITU TDK MENIMBULKAN PENDERITAAN DAN KESENGSARAAN THD INDIVIDU ATAU ORANG LAIN ,MISALNYA :SELALU JUARA DLM PERTANDINGAN OLAHRAGA .

    NAMA : SARI HASTUTI
    NIM : 10201551
    STIKES CAHAYA BANGSA BANJARMASIN

    Suka

  15. Assalamualaikum Wr.wb.Perilaku abnormal banyak kita dapati yang berhubungan dengan budaya misalnya seperti memberikan sesajen atau hadiah yang dilakukan pada saat tertentu dimana orang ingin mencari kekayaan dengan memuja pohon besar di hutan atau tempat angker lainya.perilaku ini kadang sangat berlawanan bagi kita yang beragama islam karena kita hanya memohon kepada tuhan atas rezeki yang kita kehendaki dan lebih giat berusaha bukan cara yang seperti diatas.
    perilaku abnormal yang berhungan dengan prestasi menurut saya itu terkadang bisa saja terjadi karena orang kadang berusaha dengan cara yang berlebihan sampai dianggap jauh dari normal dengan cara berusaha lebih keras untuk mencapai tujuannya.

    Nama : ANTON SUGIHARTO
    Nim : 10201416
    STIKES CAHAYA BANGSA BANJARMASIN

    Suka

  16. Prilaku Abnormal dlm hubungan nya dgn nilai2 budaya tergantung dr tiap individu dlm menilai, merasakan, bahkan melaksanakan budaya yg ada di lingkungan sekitar. Bila Individu trsbt menganggap nilai budaya yg ada hanya sbg isapan jempol belaka maka nilai2 trsbt bg dia tak ada, maka individu trsbt bisa saja menyimpangkan nilai2 budaya yg ada sehingga bs berprilaku Abnormal.
    Sebagai Contoh yg sering ada dlm kehidupan nyata adalah BUDAYA ANTRI…Misalkan saja Antri dlm pengisian Solar di SPBU…kadang2 ada seseorng karena merasa ingin cepat2 mendapatkan Solar dgn cara yg instan maka dia merasa tak perlu ikut antri yg ada, melainkan menyerobot atau bahkan menyogok pegawai SPBU yg ada. Hal trsbt tentu saja sgt merugikan org lain yg sdh lama mengantri, sehingga perbuatan org trsbt sdh melakukan PRILAKU ABNORMAL.
    Prilaku Abnormal dlm hubungannya dgn prestasi, sbg contohnya adalah seorg atlet Badminton…karena Atlet trsbt merasa selalu menang dan menganggap remeh lawannya, Atlet trsbt bs saja kalah, dan tentu saja hal trsbt bisa merugikan dirinya sendiri bahkan TIM dan NEGARA nya sendiri. Mksh

    Suka

  17. Nama : TINDUH EKA SETYA
    Nim : 10201543
    STIKES CAHAYA BANGSA BANJARMASIN
    Kita sering mendengar istilah normal dan abnormal.Sering orang mengatakan normal sama dengan sehat.Sedangkan sehat mengandung pengertian keadaan yang sempurna secara biospikososial.Perilaku normal adalah perilaku yg dapat diterima oleh masyarakat pada umumnya. Perilaku abnormal adalah perilaku yang tidak bisa di terima oleh masyrakat pada umumnya dan tidak sesuai dengan norma norma sosial yang ada. Perilaku abnormal ini juga biasa disebut perilaku menyimpang/ Perilaku bermasalah. seperti yang sering kita dengar di televisi, baca di koran kita lihat kehidupan sehari-hari ada teman membunuh sahabatnya sendiri, karyawan membunuh majikan, orang tua membunuh anaknya, kakek melakukan asusila kepada anak kecil, remaja gantung diri dan masih banyak lagi permasalahan yang bisa kita lihat setiap hari karena manusia tidak lagi memegang teguh nilai-nilai kemanusiaan ( budaya, agama, norma dan lain-lain ),karena alasan -alasan yang menyebabkan orang -orang melakukan di luar batas wajar kenormalan adalah ekonomi ,sosial,kesehatan,masalah perasaan atau emosi,kejiwaan,budaya,keluarga,hubungan antar sesama manusia dan masih banyak lagi.Hanya saja jalan keluar atau pemecahannya saja yang agak bervariasi,perubaha dari zaman dahulu yang serba tabu dan pada era modern yang sangat menuntut keter bukaan termasuk dalam berekpresi,berpendapat dan mungkin saja dalam melakukan tindakan-tindakan tidak wajar.

    Suka

  18. Nama:ELSINE MANTUH
    NIM :10201542
    STIKES CAHAYA BANGSA
    PERILAKU ABNORMAL MENURUT KEBUDAYAAN terjabar dari komponen biologis,psikologis,dan sosiologis serta terbagi dalam aspek kesenian,bahasa,adat istiadat,budaya daerah,dan budaya nasional sehingga diharapkan kita mampu mengenal lebih dalam diri sendiri maupun oranglain serta bekal penting dalam pergaulan hidup untuk mendalami jiwa dan perasaan manusia sehingga diharapkan kita lebih peka terhadap masalah perasaan dan perilaku manusia serta mampu menghargai kebudayaan dan melestarikan kebudayaan tersebut.PERILAKU ABNORMAL MENURUT PRESTASI sering kali di kaitkan dengan keterbelakangan mental /kelainan sifat manusia yang berbeda dari manusia pada umumnya dan dianggap negatif bukan hanya dilihat dari fisik tetapi juga dari perilaku yang diperlihatkan oleh seseorang ini sering terjadi karena adanya faktor pencetus di lingkungan tempat tinggal.Tetapi bila dikelola dengan baik maka akan berdampak positif.

    Suka

  19. # menurut saya perilaku abnormal dibidang budaya bisa dikatakan setuju karena berkaitan dengan jiwa manusia.
    # berhubungan dengan prestasi, saya berpendapat tidak setuju karena prestasi itu tdak ada kaitanya dengan perilaku melainkan berkaitan dengan IQ seseorang dan lingkungan / tingkat pendidikan ( Gage dan Berliner, 1992; Wenkel, 1997 )

    Suka

  20. MENURUT SAYA PERILAKU ABNORMAL DI BIDANG BUDAYA MASUK AKAL KRN MANUSIA BERAKAR PADA KEBUDAYAAN DAN MENJADI POLA KEHIDUPAN MANUSIA ITU SENDIRI.

    BERHUBUNGAN DENGAN PRESTASI SAYA KURANG SETUJU DIKARENAKAN PRESTASI ADALAH KEMAMPUAN BERPIKIR SESEOARANG DAN KEMAUAN UNTUK MENCAPAI KESUKSESAN, MISALKAN DALAM PENINGKATAN JENJANG PENDIDIKAN

    Suka

  21. Abnormal adalah suatu penyimpangan dari apa yang di anggap normal atau berbeda dengan apa yang biasa, hingga perilaku ataupun pemikiran abnormal bisa menunjukkan perilaku yang jarang secara statistik, atau penyimpangan dari norma sosial masyarakat sekitarnya yang tentu saja hanya bisa dinilai secara subjektif.
    Seorang yang punya pemikiran yang jarang dan tidak sama dengan orang lain bisa dianggap abnormal. Ini bisa berarti orang itu sangat bodoh atau malah sangat pintar hingga orang lain belum terpikirkan seperti apa yang dia pikirkan. Ternyata orang-orang yang berhasil, pemikir-pemikir yang brilian, yang merupakan pendobrak pada jamannya, semua memiliki pemikiran yang tidak sama dengan masyarakat sekitarnya. Berarti abnormal bisa berkonotasi negatif bisa pula bersifat positif.
    Ketidak stabilan mental merupakan keadaan patologis yang jelas abnormal, namun tidak semua yang punya pemikiran abnormal mempunyai ketidak stabilan mental. Sedang kegilaan merupakan keadaan patologis yang lebih parah dimana seseorang tak dapat lagi menilai realitas dengan benar.
    Walau pun ada beberapa nama pelukis dan pengarang terkenal yang menderita kegilaan, bukan berarti seseorang harus menjadi gila untuk bisa menghasilkan karya dan pemikiran yang kreatif. Yang jelas hasil pemikiran maupun karya yang berhasil haruslah orsinil dan eksklusif atau dengan kata lain abnormal yang positif.

    AFRINI WIOR
    STIKES CAHAYA BANGSA BANJARMASIN
    NIM: 11201781

    Suka

  22. Menurut pengalaman saya PRILAKU ABNORMAL ada juga yang dengan sendirinya terkikis oleh waktu, yang dulunya dianggap ABNORMAL sekarang dipandang biasa-biasa saja. misalnya : dulu (sekitar 6 – 7 tahun lalu) saya sudah menyukai internet sampai berjam-jam di warnet walaupun waktu itu tarip internet 6 ribu rupiah per jamnya (lumayan mahal dibanding sekarang) itu pun harus curi-curi waktu. sampai-sampai teman saya menganggap saya sudah kecanduan (ABNORMAL) . Tapi sekarang dimana-mana orang sudah bisa mengakses internet (walaupun cuma Facebook) bahkan anak kecil juga bisa ngenet atau FB-an. Trims sudah di izinkan meninggalkan komentar.

    Suka

  23. Menurut saya prilaku abnormal bila dilihat dari segi budaya tergantung dari dimana kita berada dan waktunya,misalnya prilaku homoseksual untuk dinegara kita dan jaman dulu adalah perbuatan yang abnormal,namun dinegera tertentu hal itu sudah tidak dianggap abnormal lagi,karena itu sdh dianggap hak asasi,dan bila kita lihat dari prestasi abnormal kadang tidak bisa kita katakan abnormal misalnya anak yang jenius atau seorang yang pandai atau ahli dalam suatu bidang tidak dapat kita katakan abnormal melainkan sebuah prestasi meskipun kepandaiannya atau keahliannya itu berbeda dari orang pada umumnya.

    Suka

  24. M.HUSAINI NIM:10201398
    Prilaku Normal Pada Suatu Budaya masyarakat yang dianggap ABNORMAL oleh masarakat lain itu sangat lumrah karna masyarakat khususnya Indonesia yang mem punyai beragam budaya ,adat,suku,agama,itu pasti terjadi,misalnya diBali ada pesta adat SABUNG AYAM,Di pedalamman kalimantan dayak yang kalau ada hajatan bebas judi 7 hari 7 malam dan ada lagi yang melakukan pembakaran mayat kalau sudah meninggal,ada lg yang paling aneh kalau istrinya diperkosa lakilaki lain dan suaminya marah cukup denda dengan memberikan sebilah mandau pada kepala suku nya,ini semua tingkah laku adat dan budaya yang ABNORMAL bagi adat suku lain , bahkan mungkin bertentangan dengan agama lain.tapi itulah keragaman adat istiadat,hukum suatu masyarakat dibumi ini.
    PRILAKU ABNORMAL yang berhubungan dengan prestasi,para ilmuan yang mungkin diangap dulunya orang gila ternyata mereka membuktikan perbuatanya dengan menghasilkan sesuatu yang sangat berharga bagi dunia,atau yang baru dilakukan mr.limbat dicor berjamjam yang akhirnya dia sehat wal apiat dan meng hasilkan uang ber milyarmilyar.bukankah itunprilaku yang abnormal yang menghasilkan.jadi menurut saya prilaku abnormal yang menghasilkan suatu prestasi itu tidak bisa dilakukan dengan mudah perlu keahlian khusus , orang yang melakukannya tidak orang sembarangan mereka harus kuat pisik dan mentalnya.tahan banting bahasa sekarangnya.

    Suka

  25. memahami pengertian perilaku abnormal mrpkn ilmu yang sangat bermanfaat dalammenjalankan tugas terutama sebagai perawat dimana beraneka ragam orang yg d hadapi memudahkan kami untuk berdaptasi dng mereka. Terutama mereka yg mempunyai latar belakang yang beraneka ragam. Menjadikan mereka mahluk yg unik diantara mahluk manusia lainnya. Mungkin ada diantara mereka yang mempunyai satu kelebihan/keistimewaan d samping kekurangan yn mereka miliki. Kita hrs bsa mengembangkan atau menggali potensi diri mereka agar mereka mampu berinteraksi dalam lingkungan masyarakat kecil atau luas. Dengan begitu, mereka tidak akan d pandang sebelah mata oleh sebagian masyarakat. Sebab mereka juga bisa berprestasi seperti orang normal lainnya.

    Kuswindarti
    STIKES CAHAYA BANGSA

    Suka

  26. prilaku abnormal menurut saya kalau dikaitkan dengan kebudayaan mungkin dianggap normal oleh budaya lain tergantung norma- norma yang berlaku didaerah tersebut,sedangkan prilaku abnomal yang kita lihat mungkin tidak sesuai norma kaidah agama islam jadi jangan heran kita banyak suku-suku kehidupan nya dalam melakukan kegiatan sehari hari yang abnormal contoh ada yang kita lihat cara berpakaiannya,cara memakan sesuatu yang tidak masuk akal.begitulah pendapat saya terimakasih.
    Nama: Hendra surya
    Nim : 1020 12.96
    Prodi : S1 Keperawatan STIKES CAHAYA BANGSA

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s