SISI GELAP KEMURAHAN HATI

Secara normatif, kemurahan hati merupakan ekspresi keprihatinan terhadap penderitaan sesama. Namun, dibalik keluhurannya, kemurahan hati menyimpan sisi gelap yang kerap tak tersadari.

Penderitaan sesama meskipun mengundang keprihatinan dan belas kasihan, tetap menyisakan kelegaan bagi mereka yang dalam kelapangan. Pada taraf patologis, kemurahan hati berpotensi menjadi cara beradab menikmati penderitaan orang lain.

Sedalam apapun rasa lapang ditenggelamkan dalam kubangan penderitaan (orang lain), tidak akan mampu mengubah fakta bahwa semua itu tak lebih dari rekonstruksi emosi. Berlinangnya air mata, tidak selalu mewakili kadar simpati kesedihan. Rasa letih bersepeda dalam kecukupan tidak akan pernah menyamai keletihan dan kepedihan bersepeda butut satu-satunya. Ibarat sedang menonton film melodrama, kita bisa hanyut dalam keharuan, tapi dalam waktu yang sama, tetap menyadari bahwa kita hanya sedang menyaksikan penderitaan manusia dalam sebuah film bukan mengalaminya.

Ambiguitas kemurahan hati mirip panorama senja yang suram sekaligus indah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s